Sukses

Donald Trump: AS dan China Segera Berdamai

Liputan6.com, Jakarta Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump mengatakan  penandatangan perjanjian perdagangan AS dan China sudah sangat dekat. Penandatangan ini akan berpotensi untuk mengakhiri perseteruan perang dagang yang telah lama berlangsung antara kedua negara besar ini.

Dilansir pada laman BBC, Trump mengatakan kepada Gubernur AS pada Senin, bahwa AS dan China akan mengadakan KTT penandatangan perjanjian.

Trump berharap semoga perang dagang ini akan segera berakhir. Selain itu, sebagai tanda bahwa perang dagang ini akan berakhir yaitu Trump menunda penaikan tarif perdagangan barang-barang China senilai USD 200 miliar.

Pada akhir pekan lalu, ia juga mengatakan bahwa antara AS dan China telah membuat kemajuan yang sangat berarti dalam pembicaraan perdagangan pada pertemuan mereka di Washington.

Hal ini ditandai dengan peningkatan bea masuk atas barang-barang China juga akan meningkat dari 10 persen menjadi 25 persen.

Selain itu, pada Jumat lalu China juga telah berkomitmen untuk membeli barang-barang AS hingga USD 1,2 triliun.

2 dari 2 halaman

10 Negara Ini Terancam Melemah Akibat Perang Dagang AS vs China

Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China memberikan dampak negatif bagi kedua negara tentunya, namun ternyata perang dagang ini juga berdampak bagi beberapa negara di dunia.

Ini karena negara-negara ini memasok bahan baku mereka dari kedua negara ini. Berdasarkan Pictet Asset, Taiwan, Korea Selatan, Singapura dan Irlandia menjadi negara yang rentan terdampak perang dagang ini.

Mau tahu negara mana lagi yang akan terancam rusak akibat perang dagang ini? Dilansir dari laman MSN, berikut merupakan 10 negara teratas yang paling berisiko rusak karena perang dagang AS vs China:

1. Luksemburg

2. Taiwan

3. Republik Slowakia

4. Hungaria

5. Republik Ceko

6. Korea Selatan

7. Singapura

8. Malaysia

9. Islandia

10. Irlandia

Loading
Artikel Selanjutnya
10 Negara Ini Terancam Melemah Akibat Perang Dagang AS vs China
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Pekan Ini Tertekan Deadline Perang Dagang