Sukses

Sri Mulyani: Sebutan Menteri Pencetak Utang Cuma Taktik Kampanye

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak lagi hanya tersenyum meladeni sindiran Prabowo Subianto sebagai Menteri Pencetak Utang. Ia pun tidak ragu menghantam retorika tersebut sebagai taktik kampanye semata.

Argumen balasan Sri Mulyani diucapkan di hadapan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode 2018 Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ucapan ini dilontarkan sebagai motivasi kepada para PNS itu di tengah tudingan miring terhadap kementeriannya.

"DJPPR (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko) yang sekarang lagi top karena menteri keuangan disebut menteri pencetak utang," jelas Kamis (31/1/2019) di Jakarta. Ia pun bertanya siapa saja PNS yang masuk ke direktorat tersebut.

"Kalian yang masuk Kemenkeu, terus nanti ditanya bagian apa? Kekayaan negara? Kalian yang harusnya nanti bunyi, karena kita sebagai Kementerian Keuangan sekarang hanya disorot di satu sisi saja (utang), itu adalah teknik kampanye," tegas Sri Mulyani.

Para PNS menyambut riuh pernyataan Sri Mulyani. Tak berhenti di sana, sang menteri menjelaskan banyaknya tugas Kemenkeu di samping urusan utang.

"Padahal pekerjaan kita jauh lebih besar, kita mengelola pajak, bea cukai, penerimaan bukan pajak, itu dari royalti Sumber Daya Alam, penerimaan YLU, dari dividen kekayaan negara dipisahkan," kata Menkeu.

Ia menambahkan, tugas Kemenkeu berada di perkotaan hingga desa, dan dana yang dikelola bisa mencapai Rp 11 ribu triliun.

Sri Mulyani turut menjelaskan pembahasan mengenai Menteri Pencetak Utang bukanlah semata baper, melainkan bentuk edukasi. Dan kepada para PNS muda Kemenkeu, ia mengatakan bahwa mereka semua adalah keluarga yang memiliki fungsi penting masing-masing dalam mengelola kekayaan negara.

"Jadi kalian semua jadi satu keluarga. Ibaratnya satu tubuh ada bagian tubuh, kaki, tangan, ada bagian telinga, ada bagian wajah, semua sama pentingnya. karena kita adalah satu tubuh keuangan negara," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Prabowo Sebut Menkeu Pencetak Uang, Menko Luhut: Tak Etis Itu

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitanangkat bicara terkait pernyataan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyindir Menteri Keuangan harus berganti nama menjadi Menteri Pencetak Utang. Luhut menilai pernyataan Prabowo tersebut tak etis.

"Ya nggak etis saja itu," ucap Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. 

Menurut dia, Sri Mulyani merupakan Menteri Keuangan terbaik di dunia. Gelar itu didapat Sri Mulyani dari majalah keuangan The Banker.

Sri Mulyani dinilai mampu merangsang pertumbuhan dan menstabilkan ekonomi Indonesia.

"Ibu Sri Mulyani itu Menteri Keuangan terbaik di dunia. Iya kan," kata Luhut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Sumbang ke Negara USD 721 Juta, Adaro Energy Diapresiasi Sri Mulyani
Artikel Selanjutnya
Hingga Oktober, Penerimaan Pajak Baru Capai Rp 1.018 Triliun