Sukses

Bank Mandiri Genjot Pertumbuhan Transaksi E-Money

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) incar pertumbuhan kartu uang elektronik atau e-money sekitar 5 juta pada 2019. Dengan penambahan kartu tersebut diharapkan volume transaksi tumbuh 30 persen.

"Kami targetkan tambah 5 juta kartu pada 2018. Tahun ini volume transaksi tumbuh 30 persen," ujar SPV Transaction Banking Retail Sales PT Bank Mandiri Tbk, Thomas Wahyudi saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Sabtu (26/1/2019).

Pada 2018, volume transaksi e-money PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp 13,4 triliun, dengan jumlah kartu e-money mencapai 16,4 juta.

Untuk mencapai target 2019, PT Bank Mandiri Tbk akan gencar jual e-money di sejumlah lini termasuk di e-commerce. Thomas menuturkan, perseroan pertama kali punya toko online di market place.

Selain itu, perseroan juga makin perluas layanan untuk top up e-money, salah satunya bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

"Top up tak hanya di ATM, edc, tapi juga bisa di PT Pos. Kami juga kerja sama dengan Tokopedia," kata dia.

Thomas menuturkan, saat ini penggunaan e-money masih banyak digunakan di sektor transportasi antara lain busway, kereta api, jalan tol, kereta bandara. Kemudian juga belanja di mini market. Tak hanya itu, PT Bank Mandiri Tbk juga akan perluas penggunaan e-money di MRT nantinya.

 

2 dari 2 halaman

Bank Mandiri Perluas Layanan

Sebelumnya, SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri Tbk, Jasmin, menyatakan  bahwa tahun ini bisnis uang elektronik (e-money) cukup menantang, mengingat banyak platform pembayaran lain yang telah muncul.

Namun Jasmin tetap optimistis bisnis uang elektroniknya masih bisa tumbuh hingga 5 juta keping kartu pada tahun ini.

"Untuk e-money per Desember 2018 kita punya sebanyak 16,4 juta kartu dan tahun ini akan menambah 5 juta kartu," kata Jasmin di Jakara, Senin, 14 Januari 2019.

Dia mengatakan, untuk meningkatkan bisnis uang elektronik, dia juga terus meluncurkan varian baru dalam jenis uang elektroniknya. Tidak hanya itu, Mandiri juga terus berkolaborasi dengan pihak lain dalam memasarkan dan menjual e-money mereka.

Dia juga menambahkan akan terus menambah layanan top up atau isi ulang e-money agar masyarakat semakin mudah menggunakannya. Saat ini, Bank Mandiri sudah menjalin kerjasama perluasan layanan top up dengan Tokopedia dan Pos Indonesia.

"Top up di online belum banyak kita masih banyak di off line seperti indomaret, merchant dan online baru kita coba. Nanti akan kesana (online) kalau top up enggak perlu lagi ke Indomaret. Kalau pakai NFC, bisa juga pakai smartphone," ujarnya.

Sebagai informasi, hingga akhir Desember 2018, perusahaan telah menerbitkan 16,4 juta kartu dengan penerimaan uang elektronik Mandiri di lebih dari 45 ribu merchant dan 60 ribu lokasi top up. Saat ini kartu e-money Mandiri telah diterbitkan dalam berbagai edisi unik dengan desain yang bervariasi seperti Asian Games 2018, Marvel Avengers, Star Wars, Disney Tsum Tsum dan lainnya.

Dari jumlah ini, frekuensi transaksi e-money Mandiri adalah di Januari-Desember 2018 mencapai 1,1 miliar dengan transaksi nominal Rp 13,4 triliun. Sektor transportasi terbesar yang mencapai 94 persen, terutama jalan tol seperti jalan tol Trans Jawa, jalan tol Bali Mandara, jalan tol Medan-Kualanamu dan jalan tol Ujungpandang ruas 1 dan 2.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Wawancara Dirut LRT Jakarta
Loading
Artikel Selanjutnya
Bank Mandiri Larang Ubah dan Modifikasi E-Money
Artikel Selanjutnya
Bank BUMN Segera Rilis Pembayaran Pakai QR Code, Namanya LinkAja