Sukses

Sudahkah Anda Jadi Pemimpin Keluarga yang Baik? Lakukan Cara Ini

Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Namun tak banyak yang menyadari hal tersebut, dan yang ada di benak orang pada umumnya adalah pemimpin harus ada yang dipimpin. Misalnya, ada anak buah.

Tak heran, orang hanya akan menganggap pemimpin adalah seorang yang memiliki nama besar dan dikenal khalayak ramai. Padahal, menjadi pemimpin bisa dimulai dari hal kecil terlebih dahulu.

Ambil pendekatan yang paling dekat, yaitu menjadi pemimpin keluarga. Sebagai pemimpin keluarga, tentunya Anda harus menerapkan prinsip-prinsip hidup berkualitas terhadap anggota keluarga lainnya, dan menjadi pegangan hidup mereka.

Untuk itu, simak ulasan berikut yang akan menuntun Anda menjadi pemimpin keluarga yang hebat, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Agendakan Pertemuan Keluarga secara Rutin

Layaknya weekly meeting di kantor, agenda rutin pertemuan keluarga harus Anda atur sebaik mungkin. Sebagai pemimpin dalam keluarga, agendakanlah, misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali waktu untuk kumpul dengan keluarga full team.

Tujuannya, untuk sekadar sharing kehidupan dan memberikan solusi dan masukan. Hal ini bisa dilakukan sejak dini. Sebelum anak-anak besar dan memiliki jadwal sendiri untuk keluar rumah.

Jika sudah ada agenda seperti ini, rasa keluarga akan terbangun dengan sendirinya. Terlebih pada anak-anak Anda yang akan beranjak dewasa nantinya.

2 dari 4 halaman

2. Jadikan Pasangan sebagai Partner Kerja

Sebagai pemimpin, tidak mungkin Anda bekerja sendiri. Pasti Anda membutuhkan rekan atau pasangan untuk bekerja sama dalam menjalani sesuatu.

Dalam keluarga, pasangan adalah partner hidup. Anda harus berkomunikasi dengan baik antara suami dan istri untuk menentukan tujuan hidup bersama. Misalnya, dalam mendidik anak.

Untuk urusan mendidik anak bukanlah tugas istri saja atau suami saja. Itu adalah tugas mereka berdua sebagai orang tua untuk mendidik anaknya. Namun hal ini tidak hanya dalam urusan anak saja, tapi juga urusan keluarga lainnya haruslah melibatkan pasangan sebagai partner.

3. Tentukan Tujuan Bersama

Layaknya sebuah tim, dalam keluarga harus memiliki tujuan bersama yang akan dicapai. Tujuan tersebut tentunya harus disepakati oleh anggota keluarga lainnya. Sehingga Anda semua memiliki tujuan yang sama dalam keluarga.

Lalu apakah tujuan tersebut? Tentunya setiap keluarga memiliki tujuan yang berbeda, namun semuanya mengarah ke arah yang lebih baik.

Contoh kecilnya adalah berlibur. Misalnya, di akhir tahun, Anda dan keluarga merencanakan untuk berlibur ke luar negeri. Tentu untuk mencapai tujuan ini diperlukan partisipasi dari tiap-tiap anggota keluarga.

Misalnya, mengumpulkan uang, mengatur jadwal cuti, melihat jadwal libur sekolah anak-anak, dan lain sebagainya.

3 dari 4 halaman

4. Beri Contoh Sesuatu yang Positif

Setiap pemimpin akan menjadi contoh oleh kaumnya. Hal tersebutlah yang harus ditanamkan di dasar diri setiap orang.

Sebagai pemimpin dalam keluarga, setiap aksi dan perilaku Anda akan menjadi contoh bagi anggota keluarga lainnya. Oleh sebab itu, berilah contoh yang baik agar mereka juga menyerap pelajaran yang positif.

Beri contoh perilaku, perbuatan, dan perkataan yang baik sehari-hari. Orang yang paling akan mencontoh hal tersebut adalah anak-anak karena mereka masih polos.

Ibarat mesin fotokopi, mereka akan mencontoh sesuatu dari orang tuanya. Contoh kecilnya, biasakan untuk mengucapkan “tolong” jika membutuhkan pertolongan dari orang lain.

5. Bisa Mengayomi Keluarga

Sebagai pemimpin keluarga, Anda harus bisa mengayomi setiap anggota keluarga. Jadilah orang yang selalu memiliki solusi atas masalah mereka.

Selain itu, Anda juga bisa melayani setiap anggota keluarga dengan baik. Ini karena mereka akan bergantung pada pemimpin di keluarga untuk setiap hal yang mereka jalani.

4 dari 4 halaman

6. Memiliki Sisi Religius

Sebagai hamba Tuhan yang Maha Esa, kita tentunya meminta berkat dan rahmat-Nya dalam menjalani hidup. Tentunya sebagai pemimpin keluarga, Anda ingin anggota keluarga taat beribadah dan selalu ingat kepada Tuhan, bukan?

Untuk itu, Anda sendirilah yang perlu mengajarkan hal itu kepada anggota keluarga, khususnya anak-anak. Memiliki sisi religius merupakan nilai tambah tersendiri sebagai kepala rumah tangga, namun hal ini menjadi bagian penting dalam kehidupan berkeluarga.

Semua Dimulai dari Diri Sendiri

Sebelum memulai menjadi pemimpin keluarga yang hebat. Jadilah pemimpin yang baik dahulu untuk diri sendiri.

Tingkatkan kualitas diri sendiri. Lakukan hal-hal positif dan jauhi hal-hal negatif untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Selamat membina keluarga yang sejahtera dan bahagia lahir-batin.

Tanpa Pengawalan, Wali Kota Gerebek Arena Judi

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Doyan Jalan-Jalan? Begini Cara Atur Uangnya
Artikel Selanjutnya
7 Cara Bisa Jadi Diri Sendiri tapi Tetap Profesional