Sukses

Tips Analisis Keuangan Agar Keluarga Harmonis

Liputan6.com, Jakarta Tentu kita semua tidak ingin berbagai masalah memporak-porandakan keluarga. Namun tak sedikit hubungan dalam sebuah ikatan pernikahan berantakan begitu saja hanya karena masalah keuangan.

Siapapun sebetulnya tahu bagaimana harus mengatur dan mengelola keuangannya. Namun belum banyak yang paham bahwa analisis keuangan juga tak kalah penting sebelum mulai mengatur keuangan keluarga.

Cukupkah penghasilan tiap bulan memenuhi segala jenis pengeluaran bulanan, mulai dari yang wajib hingga pendukung? Lalu amankah jika belanja berlebihan sampai menghabiskan hampir setengah dari uang gaji? Belum lagi harus bayar asuransi, cicilan kredit dan biaya-biaya lainnya.

Inilah mengapa analisis keuangan keluarga sangatlah penting dilakukan supaya keuangan keluarga teratur dengan maksimal. Tak sekadar untuk jangka pendek saja, tetapi juga untuk jangka yang lebih panjang.

Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut cara menganalisis keuangan keluarga agar tak ada masalah finansial yang membuat hubungan rumah tangga retak.

2 dari 4 halaman

1. Ketahui Detail Pengeluaran dan Pemasukan

Ketika menganalisa keuangan keluarga, satu hal yang paling penting ialah mengetahui seberapa besar pemasukan di tiap bulannya. Baru kemudian mulai membuat daftar yang di dalamnya mencakup seluruh pengeluaran yang wajib, sekunder, dan lain-lainnya selama satu bulan penuh.

Coba bandingkan, manakah yang lebih besar antara pos pengeluaran dan pemasukan. Jika hasilnya sama atau terdapat selisihnya lebih besar pada pos pengeluaran, maka Anda patut waspada. Sebab ini tanda bahwa keuangan keluarga sangat tidak sehat dan penuh risiko.

Untuk itu, lakukan evaluasi daftar anggaran bulanan Anda, cari pos-pos pengeluaran yang mungkin bisa ditunda dulu, seperti beli baju, gadget baru, perabot rumah tangga baru atau sepatu, dan lainnya. Setelah itu, pilih pos pengeluaran yang penting dan wajib.

Jika Anda mendahulukan yang diinginkan, bisa-bisa semuanya harus dipenuhi meski tak terlalu dibutuhkan dan akhirnya tak jadi dihapus. Karenanya Anda pun juga harus bijak dalam menentukan mana yang penting dan mana yang bisa ditunda agar keuangan keluarga menjadi lebih aman terkendali.

3 dari 4 halaman

2. Hitung Kembali Jumlah Kewajiban

Selain menganalisa pengeluaran dan pemasukan, Anda juga harus tahu berapa jumlah utang dan harta yang dimiliki dengan jelas. Jangan sampai jumlah utang lebih dari penghasilan Anda tiap bulan, karena bisa berisiko menimbulkan kredit macet.

Selain itu, Anda juga akan sulit hidup tenang, karena diburu utang tiap hari. Lebih baik ketahui kemampuan Anda. Berapa penghasilan tiap bulan setelah dikurangi semua kewajiban dan kebutuhan lainnya.

Lalu apa keperluan utang tersebut, penting atau hanya sekadar jaga gengsi? Gali terus secara mendalam apa keuntungan dan risikonya sebelum berpikir untuk memperoleh pinjaman, apalagi jika harus berurusan dengan bank dan sejenisnya.

Ada baiknya untuk menganalisanya dengan mulai mengevaluasi berapa besar jumlah kewajiban yang harus dibayarkan tiap bulan. Lalu bandingkan dengan jumlah pendapatan bulanan, jika jumlah utang lebih dari 50 persen, maka berhentilah untuk menumpuk utang lagi.

Karena seharusnya alarm sudah berbunyi keras, bagaimana bisa mencukupi kebutuhan keluarga jika setengah dari gajinya habis hanya untuk bayar utang. Idealnya jumlah kewajiban utang tiap bulan tak boleh lebih dari 30 persen dari gaji yang didapat tiap bulan, sehingga tidak perlu kalang kabut dan kebutuhan lainnya masih bisa terpenuhi.

4 dari 4 halaman

3. Catat Setiap Bentuk Pengeluaran

Tak hanya untuk perusahaan saja, membuat catatan alur keuangan dalam keluarga juga tak kalah penting. Bukan berarti pelit, tetapi catatan tersebut bisa menjadi acuan untuk mengatur dan mengetahui ke mana saja uang habis dibelanjakan.

Ini penting supaya Anda tahu apakah rencana anggaran yang sudah dibuat sesuai dengan keadaan dan juga apakah Anda mematuhinya. Buat apa susah-susah dibuat tapi tidak dijalankan, tak ada gunanya kalau begitu.

Catatan keuangan sederhana ini akan membantu Anda mengetahui secara detail tentang pengeluaran yang terjadi tiap bulannya. Dengan begitu bisa memperkirakan langkah yang lebih tepat dalam mengelola keuangan dalam keluarga. Sehingga tidak terjebak dalam arus keuangan yang tidak sehat.

Keuangan Keluarga Pun Perlu dianalisa

Mengatur keuangan keluarga memang penting tetapi lebih penting lagi bagaimana menganalisanya lebih mendalam. Ini penting demi menemukan titik masalah yang sering dihadapi sehingga bisa dilakukan perbaikan supaya kondisi keuangan jadi lebih stabil dan terarah.

Mengatur dan menganalisa keuangan keluarga itu memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah menerapkannya secara langsung. Selamat mencoba!

15 Ton Ganja Basah Dimusnahkan BNN

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
Hati-Hati, 6 Sikap Buruk Ini Bisa Halangi Wanita untuk Sukses
Artikel Selanjutnya
5 Jurus Sederhana Ini Bisa Bikin Keuangan Aman