Sukses

PGN Caplok 4 Anak Usaha Pertagas

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memutuskan mengubah transaksi dalam pengambilalihan saham PT Pertamina Gas (Pertagas) yang dimiliki Pertamina.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/12/2018), Perseroan menyatakan perubahan transaksi itu ditunjukkan dengan penandatangan berita acara perubahan struktur transaksi pada 30 November 2018.

Dengan perubahan transaksi itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN mengambilalih alih kepemilikan anak usaha Pertagas antara lain PT Pertagas Niaga, PT Perta-Samtan Gas, PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan Pertamina sepakat akan menandatangani amandemen dan pernyataan kembali perjanjian yang ditargetkan paling lambat 31 Desember 2018.

“Perubahan struktur rencana transaksi akan diatur dalam suatu amandemen dan pernyataan kembali perjanjian, tetapi tidak terbatas pada harga pembelian dan mekanisme pembayaran,” tulis  Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama di keterbukaan informasi BEI

Sebelumnya perseroan dan Pertamina telah meneken perjanjian jual beli saham bersyarat pengambilalihan saham Pertagas sebesar 51 persen pada 29 Juni 2018. Perjanjian itu hanya akuisisi Pertagas. Pengambilalihan saham itu terkait pembentukan holding minyak dan gas bumi (migas).

Dengan adanya perubahan struktur rencana transaksi tersebut, perseroan mendapatkan kesempatan melakukan valuasi atas Pertagas dengan pakai laporan keuangan yang telah diaudit pada periode yang berakhir 30 September 2018.

Berdasarkan data RTI, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) naik 6,09 persen ke posisi Rp 2.090 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 17.531 kali dengan nilai transaksi Rp 413,3 miliar.

 

2 dari 2 halaman

PGN Ingin Caplok 4 Anak Usaha Pertagas

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ‎akan mengakuisisi empat anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas), selain mencaplok 51 persen saham perusahaan tersebut dari PT Pertamina (Persero).

‎Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Utama, mengatakan dalam proses akuisisi 51 persen saham Pertagas, muncul pilihan memiliki empat anak usahanya, yaitu Perta Arun, Perta Samtan Gas, Perta Daya, ‎dan Perta Kalimantan Gas.

"Jadi opsi itu terbuka, kemungkinan besar anak diserahin juga ke subholding," kata Rachmat, di Gedung DPR, Jakarta , Rabu 17 Oktober 2018.

Rachmat mengatakan, empat anak usaha Pertagas tersebut menjadi incaran PGN kerena memiliki lini bisnis yang sama dengan PGN. Namun, saat ini keputusan pelepasan empat anak usaha masih menunggu keputusan Pertamina dan pemerintah.

"Tapi dari PGN ibaratnya nunggu dari Kementerian BUMN dan Pertamina. Kalau memang itu opsinya dibuka untuk kita ambil, ya kita ambil," ‎ujar dia.

Rachmat melanjutkan, saat ini PGN melakukan valuasi empat anak usaha Pertagas dan melakukan evaluasi rencana tersebut. Jika empat anak usaha Pertagas jadi diakuisisi PGN‎ kemungkinan empat anak usaha tersebut akan dilebur.

"Nanti ke depannya bisa jadi. Enggak menutup kemungkinan. Setelah dilakukan valuasi lagi, dibuatkan regulasinya per sektor dan lain-lain, itu ya bisa jadi (dilebur)," ujar dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
PGN dan Sinopec Tandatangani Perjanjian Jual Beli LNG
Artikel Selanjutnya
DPR Ingin Permasalahan Harga Gas Diselesaikan Secara Bisnis