Sukses

DJP Minta Masyarakat Waspada Modus Penipuan via Telepon

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta masyarakat mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan ‎DJP. Salah satunya yaitu modus untuk meminta data masyarakat melalui telepon.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarkat (P2 Humas) DJP, Hestu Yoga Saksama mengatakan, pihak tidak pernah menelepon wajib pajak untuk meminta data. Hal seperti ini merupakan bentuk penipuan yang mengatasnamakan DJP.

"Bukan (dari pihak DJP)," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (25/11/2018).

Oleh sebab itu, DJP meminta masyarakat untuk waspada terhadap modus seperti ini. Sebab, bisa saja dilakukan untuk mencari keuntungan melalui cara yang ilegal.

"Waspadai penipuan oleh oknum yang mengaku sebagai petugas DJP atau yang dengan cara lain mengatasnamakan DJP yang menghubungi wajib pajak melalui telepon, e-mail, SMS, faksimil atau surat dan meminta atau menanyakan informasi penting seperti nama lengkap, tanggal lahir, NIK, NPWP atau password EFIN untuk akun DJP online," kata dia.

Menurut Hestu, pihaknya juga belum akan menempuh jalur hukum untuk masalah ini. Sebab, belum ada lapor masyarakat yang menjadi korban dari modus penipuan ini.

"Sejauh ini belum ada korban yang melapor secara resmi. Saat ini kami concern untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan tersebut," tandas dia.

2 dari 3 halaman

Beredar Melalui Pesan Berantai

Sebelumnya beredar di aplikasi pesan cerita korban penipuan dari seseorang yang mengatasnamakan pegawai bea cukai dan pajak. 

Berikut isi pesan tersebut:

Penipuan model baru, dgn mengatasnamakan kantor BEA CUKAI atau kantor PAJAK,Pengalaman pribadi ya,

Ati2 yak kalo ada yg telpon gini, krn saya sendiri yg mengalaminya, pd tgl 16 nop 2018 sekitar pk 13.00 wib.

Ada telpon masuk berupa answering machine bilang anda mendapat peringatan pajak yg akan diterbitkan hari ini (notice pajak ) atau dari bea cukai (pajak jg) ,Untuk keterangan lebih lanjut tekan angka 0 untuk tersambung dengan customer service kami.Apabila anda tekan 0 ,maka ada seorg yg akan berbicara dgn anda,Dan org tsb dgn alasan verifikasi data akan meminta nama dan nomer KTP anda , (Aku bilang siapa ini,Dia bilang ini kantor BEA CUKAI, ada apa pak ?Lantas saya ceritakan klu saya mendapat telepon dgn memakai suara machine,Dia bilang ooooo.....bapak dapat peringatan pajak yg akan diterbitkan hari ini, Saya bilang mungkin,Untuk membuka data silahkan info nama dan nomor KTP ),

Saya pribadi tekan 0 dan sempat bicara dgn seorg laki2x ,Tp saya tidak mau memberikan nama dan data KTP saya, dgn alasan saya tidak kenal bapak , bgmn bisa saya memberikan data2x saya kpd org lain yg tidak saya kenal sama sekali,Dia beralasan ini dr kantor BEA CUKAI ,utk mengetahui pajak apa itu hrs ada verifikasi data ,Tp saya tetap gak mau beri , Saya beralasan bgmn saya bisa tau klu bapak betul2x dr kantor BEA CUKAI kan skrg bnyk TIPU TIPU ,Kan kantor bapak yg telp saya ,berarti kantor bapak tau saya dan data2x saya kan ,Ya silahkan bapak liat data2x saya di kantor bea cukai bapak,

Akhirnya kita deadlock , Dan Saya bilang, saya akan tunggu panggilan aja lah ,Akhirnya dia memutuskan hubungan telepon dan samar2x kudengar dia bilang MACHINE ......(mungkin cari mangsa lg) gitu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tarif Resmi Ojek Online Rp1850-2600 per Kilometer
Loading
Artikel Selanjutnya
Akhir Sepak Terjang Bidan Penipu di Kendari
Artikel Selanjutnya
6 Tips Agar Tak Tertipu Jasa Open Trip