Sukses

OJK: Bank Wakaf Mikro Bisa Jadi Alat Kurangi Ketimpangan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut andil dalam usaha menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Melalui program Bank Wakaf Mikro (BWM), OJK yakin dapat memperluas akses keuangan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah sehingga mendorong kenaikan taraf hidup masyarakat.

Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK, Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, kehadiran Bank Wakaf Mikro di beberapa daerah untuk mendorong terwujudnya inklusi keuangan. Melalui program ini, setidaknya ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia dapat menurun.

"Tentu kita lihat kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia masih nyata terlihat. Datanya cukup tinggi. Namun sudah turun 2017, berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS itu 26,6 juta, lebih rendah dibandingkan 2015-2016 yang masih 30 juta ke atas," kata Ahmad seperti ditulis Jumat (6/4/2018).

Hampir seluruh wilayah di Indonesia cenderung memiliki tingkat kemiskinan 12 sampai 18 persen atau berada di atas rata-rata nasional.

Oleh karenanya, diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi umat yang juga menjalankan fungsi pendampingan.

"Pemberdayaan ekonomi umat melalui Bank Wakaf Mikro harus hadir menjadi salah satu solusi dalam pengentasan ketimpangan dan kemiskinan," kata dia.

Dengan potensi 28.194 pesantren tercatat pada data Kementerian Agama Republik Indonesia, pendidikan keuangan berbasis agama ini dikatakannya memilliki potensi yang besar untuk memberdayakan umat dan berperan dalam mengikis kesenjangan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan, khususnya masyarakat di sekitar pesantren.

"Tingkat kemiskinan, kita usahakan turun ya karena punya faktor tidak hanya dari OJK dan OJK ini mempunyai inisatif untuk mendukung program-program pemerintah dalam menuntas kemiskinan gitu ya. Oleh karena itu, OJK memfasilitasi pembuatan model bisnis Bank Wakaf Mikro dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Targetkan 50 Bank Wakaf Mikro Berdiri di 2018

Ahmad mengatakan, saat ini baru ada sekitar 20 Bank Wakaf Mikro yang sudah berdiri dan tersebar di Pulau Jawa. Nantinya Bank Wakaf Mikro juga akan menambah dan memperluas kinerja hingga ke Pulau Sumatera dan Indonesia Timur.

"Target untuk pendirian Bank Wakaf Mikro tentu sebanyak banyaknya, pilot project kemarin 20 bank sudah berdiri kemudian tahun ini harapannya ada 50 Bank Wakaf Mikro mungkin berdiri tahun ini," jelas Ahmad seperti ditulis, Jumat (6/4/2018).

"Nanti kami akan arahkan masayrakat di luar Jawa, Sumatera Madura, Papua, Sulawesi, Kalimantan dicoba untuk mengembangkan program Bank Wakaf Mikro," lanjut dia.

Untuk mencapai target tersebut, perlu adanya dukungan dari seluruh tokoh masyarakat dalam mengoptimalkan pendirian Bank Wakaf Mikro, termasuk juga peran dari donatur. Dengan begitu, kata dia, justru akan lebih mudah tercapai.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: