Sukses

Kini Isi Saldo Go-Pay Kena Biaya Rp 1.000 per Transaksi

Liputan6.com, Jakarta - Bank Mandiri kini menerapkan tarif isi ulang uang elektronik di aplikasi Go-jek atau dikenal dengan sebutan Go-Pay.

Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rohan Hafas mengungkapkan alasan dibalik pengenaan tarif isi ulang saldo Go-Pay adalah sesuai permintaan pihak Go-Jek.

Rohan menjelaskan, pihaknya dengan Go-Jek susah lama melakukan kerja sama terkait pengisian Go-Pay dan mengenakan tarif pada perusahaan penyedia layanan ojek berbasis daring tersebut.

"Kita sudah lama sebagai hubungan merchant sama bank mengenakan fee (biaya) kepada merchant udah lama, udah lebih dari setahun," kata Rohan daat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Rohan menuturkan, pengenaan biaya tersebut berlaku untuk semua merchant yang bekerja sama dengan Bank Mandiri.

"Jadi kalau mereka (Go-Jek) sekarang ini mengenakannya kepada customernya itu adalah keputusan dari mereka, dari sana yang meminta. Karena kalau kita mengenakan (biaya kepada Go-Jek) sudah lama," ujarnya.

Rohan menegaskan, jika saat ini pelanggan dibebankan biaya Rp 1.000 per sekali transaksi isi ulang itu adalah murni keputusan Go-Jek dan tidak ada sangkut pautnya dengan pihak bank.

"Bahwa saat ini fee yang kami kenakan ke Go-Jek diteruskan ke konsumennya itu keputusannya di Go-Jek karena kami ke mereka adalah hubungan bisnis antara merchant,” tutur dia.

Rohan menyatakan. pihak bank juga tidak terlibat dalam penentuan besaran tarif yang dibebankan. "Hubungan kita hanya dengan merchant (Go-Jek), kita tidak ke customer." ujar dia.

 

Reporter: Yayu Agustini

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 2 halaman

Luncurkan Fitur Baru

Sebelumnya, Bank Mandiri meluncurkan fitur baru berupa layanan customer serviceberbasis chatbot dengan nama Mandiri Intelligence Assitant (MITA). MITA dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan nasabah yang bersifat umum seputar produk dan layanan Bank Mandiri. 

Direktur Operation Bank Mandiri, Ogi Prastomiyono mengatakan bahwa chatbot MITA merupakan salah satu langkah transformasi digital Bank Mandiri dalam memberikan layanan yang lebih efektif, efisien dan berorientasi pada konsumen. 

"Kami yakin langkah ini dapat membantu perseroan memenangkan persaingan di industri keuangan. Sebab, layanan ini dapat memberikan kemudahan akses bagi nasabah," kata Ogi dalam acara peluncuran MITA, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin 19 Maret 2018.

Selain itu, Ogi juga menjelaskan bahwa peluncuran chatbot customer service virtual MITA merupakan bentuk adaptasi perseroan terhadap tren dan kebutuhan layanan contact center modern.

Ogi mencontohkan, tahun lalu, interaksi melalui layanan contact center digital Bank Mandiri, yakni email dan media sosial, mencapai 10 persen dari total interaksi ke contact center. Adapun frekuensinya meningkat sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya. Dari rasio tersebut, interaksi nasabah di layanan email dan media sosial terdiri atas permintaan informasi sebanyak 51 persen permintaan bantuan 28 persen dan keluhan 21 persen.

"Artinya, kanal digital ini semakin diminati nasabah dan non-nasabah, seiring dengan perkembangan telepon seluler. Mudah-mudahan, chatbot yang memanfaatkan metode Natural Language Processingini, dapat mempercepat dan memudahkan interaksi nasabah dengan bank," ujarnya.

MITA dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan produk dan layanan hingga lokasi cabang dan informasi umum lainnya. Kemampuan MITA akan terus di upgrade sehingga nantinya MITA bisa menjawab lebih banyak jenis pertanyaan dari nasabah.

Layanan MITA ini terdapat di website www.bankmandiri.co.id dan dapat juga diakses masyarakat melalui aplikasi chatting telepon seluler, seperti aplikasi LINE di alamat @bankmandiri, facebook messenger di @bankmandiri dan telegram di @bankmandiri_officialbot.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

 

Loading