Sukses

Penerbangan Lion Air Tujuan Lombok Kini Pindah ke Terminal 1A

Liputan6.com, Jakarta Operasional penerbangan maskapai Lion Air untuk rute tujuan Lombok akan pindah ke Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta mulai Jumat 9 Februari 2018.

Hal itu diungkapkan Branch Communication Manager Soekarno-Hatta International Airport, Haerul Anwar.

Adapun tujuan pemindahan penerbangan Lion Air dari Terminal 1B ke Terminal 1A khusus rute tujuan Lombok (LOP) ini, untuk mengurai tingkat kepadatan para pengguna jasa di Bandara, yang dinobatkan Skytrax sebagai bandara dengan perkembangan terpesat di dunia atau The World’s Most Improved Airports 2017.

“Karenanya, kami menyampaikan kepada calon penumpang di Bandara agar memperhatikan adanya perubahan gate dan signage di terminal keberangkatan,” ujar dia, Kamis (1/2/2018).

Haerul menyampaikan, Angkasa Pura II sebagai operator Bandara Soekarno-Hatta mendukung secara penuh proses perpindahan penerbangan Lion Air tujuan Lombok ke Terminal 1A yang semula beroperasi di Terminal 1B. Hal tersebut memberikan gambaran luas mengenai konsep Lion Air dalam bertransformasi.

Angkasa Pura II pun telah mempersiapkan seluruh fasilitas untuk perpindahan tersebut, baik dari sisi airside maupun landside.

Meski sama-sama berada di Terminal 1, Haerul berharap calon penumpang tetap memperhatikan waktu dan jarak tempuh.

“Penumpang Lion Air selama ini terbiasa berada di 1B akan membutuhkan cukup waktu untuk ke Terminal 1A. Kami tentu beraharap kebutuhan waktu itu dapat diperhatikan dengan datang lebih awal dua jam dari jadwal penerbangan,” tutur Haerul.

“Angkasa Pura II berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang prima. Selama masa transisi akan ditempatkan juga petugas Aviation Security dan petugas Lion Air untuk mengantisipasi penumpang Lion Air tujuan Lombok yang masih melalui Terminal 1B,” tutup Haerul. 

 

2 dari 2 halaman

Ada 83 Rute Penerbangan Baru Sepanjang 2017

Selama tahun 2017 lalu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membuka 83 rute penerbangan baru sipil komersial.

Diharapkan dengan pembukaan rute baru tersebut akan semakin membuka akses transportasi di penjuru pelosok tanah air dan mampu menggerakkan dan mengembangkan perekonomian daerah serta perekonomian nasional secara lebih merata.

Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso menjelaskan, tujuan utama pembukaan rute-rute baru domestik tersebut untuk membuka keterisolasian daerah dan memperlancar transportasi antar daerah sehingga pembangunan lebih merata.

“Rute-rute domestik yang dibuka itu tidak hanya penerbangan antar kota besar. Namun juga dari kota besar ke kota kecil sehingga terbangun konektifitas yang baik dan melancarkan transportasi dari kota besar hingga ke kota-kota kecil di pelosok Nusantara. Dengan demikian kota-kota kecil tersebut juga akan maju sama dengan kota besar,” ujar dia, Selasa (16/1/2018).

Dari 83 rute baru tersebut, tercatat 58 rute baru penerbangan domestik yaitu 48 rute yang dibuka pada periode summer, 25 Maret 2017 – 27 Oktober 2017. Kemudian 10 rute dibuka pada periode winter, 29 Oktober 2017 – 24 Maret 2018.

Selain itu juga dibuka 25 rute baru penerbangan internasional yaitu 11 rute dibuka pada periode summer dan 14 rute dibuka pada periode winter.

Maskapai-maskapai yang menerbangi rute-rute baru domestik tersebut adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Transnusa, Susi Air, Travel Ekspress, Citilink dan Trigana.

Sedangkan maskapai yang menerbangi rute-rute baru penerbangan internasional tersebut adalah Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Travel Ekspress, Sriwijaya Air, Indonesia AirAsia dan Indonesia AirAsia Extra.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Pilot Batik Air Pingsan, Ini Instruksi Kemenhub ke Maskapai
Artikel Selanjutnya
Kondisi Terkini Pilot Batik Air yang Pingsan di Bandara El Tari Kupang