Sukses

Pindahkan Pindad ke Lampung, Pemerintah Butuh 10 Ribu Hektare

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengaku masih terus mengkaji pemindahan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi alat-alat pertahanan dan keamanan ke Lampung. Tiga perusahaan pelat merah itu, antara lain PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan PT PAL.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kapuskom Publik Kemenhan) Totok Sugiharto mengungkapkan, pemerintah melalui Kemenhan akan membuat kajian terkait relokasi Pindad, PT DI, dan PT PAL.

Saat ini, markas pabrik PT DI dan Pindad berada di Bandung, Jawa Barat, serta PT PAL di Surabaya Jawa Timur. "Kan buat peninjauan, kajian dulu. Tidak semudah itu, karena lokasinya cukup besar dan tempatnya jauh," kata Totok di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) di kantornya, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Dia menyebut, kajian dibuat oleh Kemenhan, Kementerian BUMN, PT Pindad, PT DI, dan PT PAL. "Yang buat kajian adalah gabungan antara Kemenhan, Kementerian BUMN, Pindad, dan pihak terkait lainnya," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan lahan untuk relokasi pabrik tiga BUMN tersebut mencapai 10 ribu hektare (ha). "Tanahnya di Lampung. Butuhnya 10 ribu ha, nanti akan dibangun di sana," kata Totok singkat dan kembali melangsungkan Rapim.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Bentuk Tim Pengkaji

PT Pindad (Persero) menyambut baik upaya Kementerian Pertahanan yang mengusulkan relokasi produksi Pindad ke Lampung, Sumatera Selatan. Saat ini lokasi produksi Pindad ada di Bandung dan Malang.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengaku, untuk menindaklanjuti usulan itu, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan kajian mengenai potensi pengembangan produksi di Lampung tersebut.

"Saat ini kita telah bentuk tim untuk mengkaji, di sana dengan area perbukitan akan dibangun seperti apa dan apa yang harus dilakukan Pindad untuk itu," kata Abraham di IBDExpo 2017, Jakarta (20/9/2017).

Rencananya, lokasi yang sama juga akan digunakan BUMN industri pertahanan lainnya sebagai markas produksi. BUMN itu adalah PT PAL (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Jika melihat lokasi yang ada, dikatakan Abraham, nantinya Pindad mendapat lokasi di perbukitan, sementara di lahan datar akan digunakan oleh PT Dirgantara Indonesia dan lahan di pinggir laut akan dijadikan sebagai base dari PT PAL.

Dengan lokasi perbukitan, Pindad bisa memanfaatkan lahan ini selain untuk produksi juga bisa digunakan sebagai uji tembak kendaraan-kendaraan tempurnya yang memiliki kaliber cukup besar.

 

Artikel Selanjutnya
Beragam Alasan 14 Proyek Ini Keluar dari Daftar PSN
Artikel Selanjutnya
Jalan Tol Manado-Bitung yang Roboh Ternyata Proyek Pemerintah