Sukses

Biar Enggak Kecele, Begini Cara Mudah Menghitung Diskon dan Promo

Liputan6.com, Jakarta - Belanja di departement store memang mengasyikkan.  Hampir saban akhir  pekan ada saja merchant yang menawarkan obral menggiurkan.  Sebuah merek baju terkenal misalnya, Anda lihat memasang potongan harga 50 persen + 20 persen. Coba, siapa tidak tergiur  untuk sebuah blus manis seharga  Rp 300 ribu?

Tapi apakah 50 persen+ 20 persen berarti potongan akhirnya 70 persen? Ternyata sampai di kasir Anda harus membayar Rp 120 ribu, bukan Rp 90 ribu  seperti yang Anda perkirakan semula.  

Bingung? Besaran diskon terkadang sulit dihitung secara cepat sehingga bisa membuat Anda bingung membandingkan mana penawaran yang lebih menguntungkan. Tidak jarang ada penawaran yang terlihat lebih besar padahal keuntungan yang Anda dapat sebenarnya sama saja.

Anda harus mempelajari beberapa cara menghitung di bawah ini agar tidak salah memilih diskon atau promosi. Simak ulasannya seperti dikutip dari DanaXtra:

Diskon …%  atau …% off

Model diskon ini bisa langsung Anda hitung di luar kepala. Caranya; (diskon/100) X harga. Jadi misalnya blouse yang Anda taksir  di atas memberi diskon 40 persen atau 40 persen off, maka keuntungan yang Anda dapatkan adalah Rp 120 ribu, sehingga harga akhir yang harus dibayarkan adalah Rp 300 ribu – (40  persen X 300 ribu) = Rp 180 ribu.

Diskon …% + …%

Format yang paling sering dari diskon model ini adalah 50 persen + 20 persen. Contohnya seperti  kasus yang menjadi ilustrasi di atas. Hasil akhir diskon bukan 70 persen, tapi barang didiskon 50 persen dulu. Hasilnya kemudian didiskon lagi 20 persen.

Jadi, dengan diskon akhir dari blus seharga Rp 300 ribu tadi kalau dinyatakan diskon 50 persen + 20 persen, adalah sebagai berikut:

Diskon pertama 50 persen X Rp 300 ribu = Rp 150 ribu, diskon kedua 20 persen dari Rp 150 ribu = Rp 30 ribu. Jadi total diskon yang didapatkan pembeli adalah Rp 150 ribu + Rp 30 ribu = Rp 180. Oleh karena itu harga yang harus dia bayarkan di kasir adalah Rp 300 ribu-Rp 180 ribu = Rp 120 ribu.  

Simak video menarik di bawah ini:

Selanjutnya

Buy … Get … Free

Promo ini mudah dihitung keuntunganya. Anda tinggal mengalikan harga barang dengan jumlah barang yang didapatkan. Lalu kurangi total harga barang tersebut dengan harga barang yang wajib dibayar.

Jadi misalnya si blus manis di atas pola diskonnya buy 1 get 1 free, sebenarnya sama saja Anda membeli dua baju sekaligus dengan harga sama, dengan pembayaran seharga 1 baju saja.  Jadi keuntungan yang Anda dapatkan 50 persen.

Hanya saja untuk Rp 300 ribu uang yang harus dikeluarkan, Anda akan mendapatkan si blus manis dengan 1 blus bonus lainnya dengan harga yang sama.

Bagaimana kalau promonya Buy  3 Get 2 Free. Nah untuk si blus manis dan teman-temannya di atas, Anda tinggal jumlahkan total harga barang. Jadi Rp 300 ribu X 3 = Rp 900 ribu. Dengan membayar Rp 900 ribu, Anda mendapatkan 5 barang senilai 5 X Rp 300 ribu = Rp 1,5 juta. Maka keuntungan Anda adalah Rp 600 ribu.  Nilai ini sebenarnya sama saja dengan diskon 40 persen. Tapi apa iya Anda akan membeli 5 blus sekali belanja?    

Selanjutnya

Promo Cashback

Promo cashback adalah bentuk promosi yang menggiurkan karena biasanya orang menyangka akan mendapatkan uang tunai. Padahal umumnya promo cashback diberikan dalam bentuk voucher. Contoh, setiap pembelian Rp 100 ribu, Anda akan diberikan cashback senilai Rp 500 ribu. (baca juga:  promo kartu kredit cashback, mengapa tidak )

Cashback biasanya diberikan dalam bentuk voucher. Bisa juga sebagai poin yang dimasukkan dalam akun online shop Anda. Atau kredit yang dimasukkan dalam kartu kredit (cashback kartu kredit).

Sebenarnya keuntungan ini kurang adil jika dihitung dalam bentuk persentase, karena keuntungan yang didapatkan bukan dalam bentuk uang tunai. Jika voucher yang dibelikan tidak berkaitan dengan kebutuhan Anda maka voucher jadi kurang bermanfaat.

Selanjutnya

Diskon ... untuk Pembelian Berikutnya

Contoh lain adalah pembelian berikutnya diskon 50 persen. Untuk promo ini Anda bisa menghitung berapa keuntungan yang sebenarnya Anda dapatkan secara keseluruhan. Hitung berapa diskon yang didapatkan pada barang kedua kemudian cari persentasenya jika dibandingkan dengan keseluruhan nilai barang yang Anda dapatkan.

Contoh untuk blus di atas:

Harga barang Rp 300 ribu, diskon 50 persen untuk pembelian barang dengan harga sama selanjutnya. Keuntungan yang sebenarnya Anda dapatkan adalah:

Pembelian pertama = Rp 300 ribu,  Pembelian kedua = (50/100) x Rp 300 ribu = Rp 150 ribu
Total uang yang dikeluarkan Rp 300 ribu+Rp 150 ribu = Rp 450 ribu.

Jadi jika seharusnya untuk membeli 2 blus, Anda harus mengeluarkan uang Rp 600 ribu, karena promo ini Anda hanya perlu membayar Rp 450. Dengan begitu keuntungan sebenarnya yang Anda dapatkan adalah
Hemat = Rp 600 ribu – Rp 450 ribu = Rp 150 ribu
(Rp 150 ribu/Rp 600 ribu) x 100  persen = 25 persen

Jadi ketika ditawari diskon 50 persen untuk barang selanjutnya dengan harga sama, sejatinya Anda  hanya mendapatkan diskon 25 persen untuk pembelian 2 barang yang sama.

Selanjutnya

Discount Up to …% All Item

“Discount up to 70% All Item !!”  Mata Anda mungkin langsung melotot dan siap-siap membuka dompet untuk memborong barang di toko itu merasa harganya murah bingits.

Tapi eiitts.. tunggu dulu. Jangan salah. Di depan kata diskon itu ada yang mendahuluinya.. Anda melupakan kata-kata “up to”. Jadi penawaran yang disajikan toko itu adalah diskon maksimal 70  persen.

Jelas, kata “up to” tidak menunjuk kepada semua barang. Memang sudah pasti ada yang diskonnya sampai 70 persen, namun lainnya mungkin hanya 10 persen, 20 persen, atau 50 persen. Sayangnya, banyak orang menjadi gelap mata karena merasa akan mendapat keuntungan 70 persen hingga melupakan adanya kata “up to”.

Hal lain yang pantas Anda perhatikan dalam promosi diskon besar adalah kemungkinan yang mereka tawarkan adalah barang murah atau barang yang sudah terlalu lama tidak laku.  Jadi jangan senang dulu hingga melupakan akal sehat.

Selanjutnya

Hitung Cermat Sebelum Membayar

Para penjual sekarang semakin kreatif mengemas model diskon yang promosi. Terkadang satu bentuk promosi terasa lebih menggiurkan padahal kalau dihitung dengan cermat, belum tentu lebih menguntungkan.

Cara paling tepat untuk menilai keuntungan promosi adalah dengan menghitung prosentasenya.  Anda juga harus berhitung ulang jika ternyata untuk mendapat keuntungan itu, mesti mengeluarkan uang jauh lebih besar untuk barang yang jenisnya sama.

Apalagi jika barang yang Anda beli ternyata tidak seluruhnya sering Anda pakai.  Alih-alih penghematan, yang bisa terjadi justru penghambur-hamburan.  Teliti sebelum membeli, hitung sebelum membayar.

Loading