Sukses

BI Ramal The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga 3 Kali

Liputan6.com, Bandung - Bank Indonesia terus mewaspadai perkembangan ekonomi global, terutama sentimen dari Amerika Serikat (AS). Diperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan lebih baik dari tahun 2016.

‎Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Yoga Affandi, menyatakan perbaikan ekonomi ini akan mendorong kenaikan suku bunga acuan Bank Sentra Amerika Serikat, The Federal Reserve.

Banyak analis pasar yang memperkirakan dengan sentimen yang ditimbulkan dari ekonomi dalam negeri AS, kemungkinan kenaikan bunga oleh The Fed sepanjang 2017 sebanyak dua kali. Namun, pediksi BI berbeda.

"Kalau melihat dari statement Yellen beberapa waktu lalu, ada peluang perbaikan ekonomi AS akan lebih cepat. Kemungkinan bisa mendorong kenaikan suku bunga The Fed tiga kali," kata Yoga dalam Pelatihan Wartawan Ekonomi Bank Indonesia di Bandung, Sabtu (18/2/2017).

Kemungkinan-kemungkinan seperti itu yang harus dicermati para otoritas kebijakan moneter yang ada di Indonesia. Suku bunga AS yang naik lebih cepat akan mendorong capital outflow negara-negara berkembang juga lebih banyak.

Padahal, di sisi lain negara-negara berkembang, layaknya Indonesia, sangat membutuhkan investasi asing. Investasi asing ini diyakini bisa mempercepat pembangunan ekonomi mengingat anggaran pemerintah sangat terbatas.

Meski demikian, dibandingkan negara-negara berkembang lain, menurut Yoga, Indonesia saat ini memiliki amunisi-amunisi yang bisa menangkal sentimen yang ditimbulkan dari AS.

"Fundamental ekonomi Indonesia saat ini sangat baik. Dulu kita masuk dalam jajaran negara Fragile Five. Sekarang kita jadi negara yang memiliki prospek sangat baik," paparnya.

Kalaupun nanti ada sedikit volatile dalam mata uang rupiah, hal itu bersifat sementara. "Jadi selalu ada alasan bagi investor itu untuk dananya kembali masuk ke Indonesia," tutup dia.

Loading