Sukses

Top 3: Buruh Tolak Kenaikan Biaya Urus STNK

Liputan6.com, Jakarta - Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak kebijakan Polri yang menaikkan tarif atau biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku P‎emilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan Surat Izin Mengemudi (SIM) dari mulai 100 persen sampai 300 persen per 6 Januari 2017. Penyesuaian tersebut dianggap tidak sesuai dengan pelayanan yang selama ini diterima masyarakat.

"Kita menolak biaya pengurusan SIM, STNK, BPKB naik. Itu berkali-kali lipat naiknya," kata Presiden KSPI, Said Iqbal di Jakarta, Kamis 5 Januari 2017.

Said mengaku, penolakan tersebut karena melihat pelayanan surat-surat kendaraan bermotor yang diberikan Polri masih jauh dari kata layak‎. Sementara calo masih bebas berkeliaran, termasuk pungutan-pungutan liar.  Artikel buruh tolak biaya urus STNK-BKBP 100 Persen telah menyedot perhatian pembaca di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis (5/1/2017).

Tak hanya soal biaya urus STNK yang menarik perhatian pembaca di kanal bisnis tetapi juga seorang pria raup ratusan juta dari tulis berita bohong. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di kanal bisnis? Berikut tiga artikel terpopuler di kanal bisnis seperti dirangkum pada Kamis (5/1/2017):

1. Buruh Tolak Biaya Urus STNK-BKPB Naik 100 Persen

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak kebijakan Polri yang menaikkan tarif atau biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku P‎emilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan Surat Izin Mengemudi (SIM) dari mulai 100 persen sampai 300 persen per 6 Januari 2017. Penyesuaian tersebut dianggap tidak sesuai dengan pelayanan yang selama ini diterima masyarakat.

"Kita menolak biaya pengurusan SIM, STNK, BPKB naik. Itu berkali-kali lipat naiknya," kata Presiden KSPI, Said Iqbal di Jakarta, Kamis 5 Januari 2017.

Said mengaku, penolakan tersebut karena melihat pelayanan surat-surat kendaraan bermotor yang diberikan Polri masih jauh dari kata layak‎. Sementara calo masih bebas berkeliaran, termasuk pungutan-pungutan liar. Berita selengkapnya baca di sini

2. Kerja Sama Diputus Sri Mulyani, Ini Jawaban JP Morgan

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk menghentikan segala hubungan kemitraan dengan JP Morgan Chase Bank NA. Apa komentar JP Morgan?

Kemenkeu memutus hubungan kemitraan dengan JP Morgan terkait dengan hasil riset JP Morgan Chase Bank yang dinilai berpotensi menciptakan gangguan stabilitas sistem keuangan nasional.

Juru bicara JP Morgan mengatakan bahwa mereka akan tetap melanjutkan bisnisnya di Indonesia seperti biasa. Berita selengkapnya baca di sini

3. Tulis Berita Bohong, Pria Ini Raup Rp 135 Juta per Bulan

Kecanggihan teknologi yang semakin pesat membuat banyak orang kini lebih mudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Tapi, hal ini tidak selamanya baik.

Dari banyaknya informasi dan berita yang ada di internet, ada diantaranya ternyata merupakan berita hoax atau palsu.

Hal ini yang dimanfaatkan segelintir orang untuk meraup untung. Salah satunya pria asal Amerika Serikat, Paul Horner. Bayangkan saja, dari menulis berita bohong, ia mampu mengumpulkan penghasilan hingga US$ 10 ribu atau setara dengan Rp 135 juta per bulan. Berita selengkapnya baca di sini

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS