Sukses

89 Persen Kekayaan Dunia Hanya Dikuasai Segelintir Orang

Liputan6.com, New York - Zaman yang semakin berkembang menyebabkan makin banyaknya tantangan yang dihadapi oleh warga dunia. Satu fenomena yang menarik perhatian adalah semakin jauhnya perbedaan kekayaan antara orang kaya dan miskin.

Survei yang dilakukan Credit Suisse Research Institute menemukan ketidaksetaraan kekayaan yang kini makin meningkat. Dalam laporan berjudul Global Wealth Report 2016 tersebut dikatakan, orang termiskin dunia hanya mampu menguasai kurang dari satu persen kekayaan dunia. Sementara 10 persen orang terkaya dunia justru bisa mendapatkan 89 persen aset yang tersedia.

Ketidaksetaraan kekayaan memang bukan fenomena baru yang terjadi di dunia. Namun besarnya kesenjangan ekonomi yang terjadi di tahun 2016 dinilai harus mendapat perhatian tersendiri.

"Jarak yang besar antara orang miskin dan kaya bisa menjadi faktor peruntuh ekonomi, ketidakstabilan masyarakat dan turunnya perlawanan terhadap kemiskinan," tutur Kepala kebijakan kesetaraan Oxfam, Max Lawson dilansir dari mintpressnews.com, Rabu (23/11/2016).

Laporan tersebut juga mengungkap distribusi kekayaan di beberapa negara. Kekayaan dalam jumlah sedikit dimiliki oleh area di negara India dan Afrika. Sementara populasi terkaya justru didapat oleh penduduk yang bermukim di Amerika Utara, Eropa dan Asia-Pasifik.

Peningkatan kesenjangan ekonomi dipicu akibat beberapa faktor seperti krisis utang, resesi hingga harga komoditas dunia yang menurun. Survei menilai hal ini banyak menjadi topik perbincangan di seluruh dunia, namun solusi kongkrit belum dilaksanakan.

"Kekhawatiran global tentang ketimpangan tidak benar-benar diterjemahkan dengan solusi yang konkrit. Pemerintah harus bertindak cepat untuk meningkatkan investasi di jasa publik dan berupaya menambah pendapatan dari masyarakat kelas rendah," jelas Lawson.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video