Sukses

Bank Sinarmas Dorong Nasabah Ikut Tax Amnesty

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Sinarmas Tbk mendukung program pengampunan pajak (Tax Amnesty) yang saat ini sedang dijalankan oleh pemerintah. Salah satu dukungan tersebut adalah dengan mendorong nasabah untuk turut serta dalam program tersebut.

Direktur Utama Bank Sinarmas Freenyan Liwang mengatakan, tax amnesty memberi manfaat bagi Indonesia karena akan menguatkan struktur keuangan negara dengan meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak.

"Berdampak positif bagi Indonesia. Pengampunan pajak untuk kepentingan rakyat," kata Freenyan saat membuka diskusi Dialog Ekonomi Indonesia Terkait Pengampunan Pajak, di Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Pengampunan pajak ini merupakan langkah pemerintah untuk membawa pulang dana-dana yang terparkir di luar negeri, sekaligus memperluas basis data wajib pajak sebelum pemerintah menerapkan keterbukaan informasi finansial internasional (Automatic Exchange of Information).

”Lembaga-lembaga nasional harus selalu tangkas dalam mengadopsi kebijakan-kebijakan pemerintah. Kebijakan pengampunan pajak kami harapkan dapat membawa efek positif tidak hanya bagi posisi fiskal Indonesia, namun juga bagi lembaga keuangan pada umumnya," ujar Freenyan.

Managing Director Sinarmas Group Gandi Sulistiyanto mengatakan, untuk mendukung program tax amnesty Sinarmas melakukan sosialisasi ke nasabah di sejumlah daerah dan mendorong nasabah agar segera mengikuti program tersebut dengan mendeklarasikan aset yang belum dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

"Kami sosialisasikan. Kami lakukan secara bertahap di daerah dan pusat.  Saya menghimbau nasabah premium untuk segera dan secepatnya. September tahap pertama terakhir. Lebih dari itu nilai tebusan tinggi. Segera ikut pengampunan pajak ini," tutur Gandi.

Gandi pun menawarkan ke nasabah yang telah telah melakukan repatriasi aset, dengan berinvestasi pada produk yang sudah disediakan Sinarmas seperti sekuritas dan properti. "produknya macam-macam, ada asuransi, sekuritas dan properti. Cepat berbondong-bondong produknya ada," tutup Gandi. (Pew/Gdn)