Rupiah Melemah terhadap Dolar, Ini Tanggapan JK

Beberapa hari belakangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

Diterbitkan 26 Mei 2016, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa hari belakangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Namun, kondisi ini ditanggapi santai oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Rupiah biasa turun naik. Bukan saja rupiah yang lemah, dolar menguat, gara-gara statistik lapangan kerja di Amerika membaik. Maka dia menguat," kata JK di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Menurut JK, nilai tukar rupiah saat ini belum mengkhawatirkan. Sehingga pemerintah belum perlu menyiapkan langkah khusus untuk menanggulangi masalah ini. JK pun yakin rupiah tidak akan terus melemah.

Baca Juga

  • BI: Tren Pelemahan Rupiah Murni Pengaruh Global
  • Sentimen The Fed Tekan Rupiah hingga Sentuh 13.703 per Dolar AS
  • BI: Penerapan Tax Amnesty Bakal Bikin Rupiah Perkasa

"Tidak ada yang perlu dijaga, biar berkembangnya juga secara baik, tidak akan berlebih-lebihan," kata JK.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu kemarin berkisar Rp 13.618-13.703 per dolar AS. Bank Indonesia menilai kondisi ini lebih disebabkan pengaruh global, yaitu bank sentral AS, The Fed, mengenai kenaikan Fed Fund Rate pada Juni dan Juli mendatang.

"Statement hawkish dan cenderung menaikkan bunga itu berdampak ke stabilitas keuangan dunia karena banyak yang kemudian meresponsnya," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo.

Selain itu, kabar dari Inggris yang cenderung membatalkan rencana keluarnya dari Uni Eropa juga mempengaruhi sentimen pasar. Belum lagi keputusan Iran yang tidak mau mengurangi produksi minyak.

"Dan ini juga berpengaruh. Kondisi ini berdampak ke negara dunia, termasuk ke Indonesia," kata Agus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6