Sukses

Sanksi AirAsia dan Lion Air Tak Ganggu Penerbangan Mudik Lebaran

Liputan6.com, Jakarta - Sanksi yang diberikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kepada Lion Air dan AirAsia dinilai tidak akan mengganggu jadwal dan operasional penerbangan saat musim mudik Lebaran.

Anggota Komisi V DPR RI Fauzih Amro mengatakan, pembekuan ground handling yang diterima kedua maskapai tersebut hanya bersifat sementara. Dia berharap sebelum musim Lebaran semuanya kembali normal.

"Saya rasa tidak. Karena pembekuan hanya sementara waktu. Lagi pula saya rasa lebih baik utamakan kepentingan menyelamatkan orang banyak dari pada memberikan izin tapi seperti itu. Jadi ini tidak akan mengganggu baik penerbangan domestik maupun internasional," ujar dia di Jakarta, Sabtu (21/5/2016).

Menurut dia, K‎emenhub selaku regulator juga harus melakukan pengawasan secara intensif kepada kedua maskapai tersebut. Jika memang maskapai-maskapai ini telah benar-benar melakukan pembenahan, maka patut dipertimbangkan untuk dicabut sanksinya.

"Ini kan dibekukan lima hari. Ini sudah hari kedua. Kita lihat ada perbaikan atau tidak. Kalau ada perbaikan, bisa ditinjau lagi. Karena pada intinya punishment ini diberikan untuk memberikan efek jera," kata dia.

Namun demikian, Fauzih menilai Lion Air dan AirAsia tetap harus memperbaiki masalah-masalah teknis di lapangan. Sebab, meski terlihat sepele, namun kesalahan seperti ini bisa berdampak fatal, bahkan bisa mengakibatkan insiden yang lebih besar

"Tinggal bagaimana kesalahan teknis. Itu kan mendaratnya sudah benar, tinggal masalah sopir dengan yang mengaturnya di lapangan. Harusnya hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi. Perlu perbaikan pada manajemen dan SDM (sumber daya manusia) di bandara," tandas dia.

Seperti diketahui, insiden salah menurunkan penumpang yang menimpa maskapai Lion Air terjadi pada 10 Mei 2016 di Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, pesawat bernomor JT 161 dengan rute Singapura-Jakarta mengangkut 182 penumpang. Pesawat mendarat pada pukul 19.20 WIB dan diarahkan untuk parkir di remote area oleh Air Traffic Controller.

Lion Air mengklaim kesalahan ini bukan dilakukan oleh maskapai, melainkan pihak yang mengerjakan ground handling.

Sementara insiden yang menimpa penumpang Pesawat AirAsia penerbangan QZ509 tujuan Singapura-Denpasar terjadi di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Senin 16 Mei malam.(Dny/Nrm)

BERANI BERUBAH: Bertani di Atas Masjid