Sukses

Venezuela Naikkan Harga BBM hingga 6.000 %

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak super murah sepertinya hanya tinggal kenangan bagi warga Venezuela. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 6.000 persen. Ini adalah kenaikan harga BBM untuk pertama kali dalam 20 tahun terakhir.

Dilansir dari Guardian, Kamis (18/2/2016), keputusan ini diambil karena anjloknya harga minyak telah memukul ekonomi negara tersebut. Pasalnya, 95 persen pendapatan negara tersebut ditopang dari minyak.

Harga BBM beroktan 95 atau setara Pertamax Plus di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melompat hingga 6.086 persen menjadi 6 bolivar atau setara Rp 12.755 per liter (kurs Rp 2.125 per bolivar) dari sebelumnya 0,097 bolivar atau setara Rp 206 per liter. Sementara BBM beroktan 91 naik 1.300 persen.


Tak menaikkan harga BBM, pemerintah Venezuela juga melakukan devaluasi mata uang dari 10 bolivar per dolar AS menjadi 6,3 bolivar per dolar AS. Langkah ini diharapkan bisa menekan biaya impor untuk makanan dan obat-obatan.

"Ini adalah keputusan penting yang perlu dilakukan sebagai penyeimbang. Saya bertanggung jawab pada keputusan ini," kata Maduro dalam pidatonya yang disiarkan televisi lokal.

Maduro berjanji dana dari kenaikan harga BBM akan dipakai untuk program-program sosial pemerintah seperti perumahan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan.

Dia berharap langkah-langkah yang diambilnya bisa dipahami masyarakat dan tidak diikuti gelombang kekerasan seperti yang terjadi pada 1989.

Pada kesempatan yang sama, Maduro juga mengumumkan untuk kenaikan upah minimum negara sebesar 20 persen mulai 1 Maret 2016. Meski naik 6.000 persen, harga bensin di Venezuela masih akan menjadi salah satu yang termurah di dunia. (Ndw/Gdn)