Penjualan Tiket Pesawat ke Tujuan Ini Laris Saat Libur Imlek

Masa liburan Tahun Baru China atau yang biasa dikenal dengan Imlek dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata.

Diterbitkan 07 Februari 2016, 14:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masa liburan Tahun Baru China atau yang biasa dikenal dengan Imlek dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Tiket pesawat dengan tujuan tertentu dalam maupun luar negeri diserbu warga yang ingin menikmati libur panjang.

Wakil Sekjen Asosiasi Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) Pauline Suharno memprediksi penjualan tiket pesawat saat libur panjang Imlek tahun ini mengalami kenaikan dibanding periode 2015.

"Saya rasa pasti ada kenaikan penjualan tiket pesawat, karena jumlah hari liburnya banyak di tahun ini, sehingga lebih panjang waktunya bagi masyarakat menikmati liburannya," ujar Pauline saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (7/2/2016).

 

Baca Juga

  • Sebelum Naik Pesawat, Baca Dulu 4 Hal Ini!
  • Beli 1 Tiket Pesawat Bisa Terbang 2 Orang, Mau?
  • 5 Keuntungan Booking Hotel via Online yang Sering Disepelekan

Ketika ditanyakan mengenai prosentase kenaikan penjualan tiket pesawat, ia mengaku belum dapat memprediksinya, mengingat data tersebut mengikuti kursi penerbangan yang disediakan maskapai penerbangan.

Daerah tujuan wisata atau mudik masyarakat saat libur Imlek, katanya, paling banyak mengarah ke Pontianak, Bangka Belitung, juga Medan. Sementara negara tujuan berlibur ke luar negeri, minat masyarakat Indonesia mengunjungi negara tetangga, di antaranya Singapura dan Bangkok, Thailand.

"Memang masyarakat lebih memilih berlibur short trip (jarak pendek) ke kampung halaman. Sedangkan kalau ke China tidak terlalu banyak, karena saat Imlek di China libur panjang seminggu," terang Pauline.

Lebih jauh menurutnya, minat masyarakat berlibur di dalam maupun luar negeri sama sekali tidak berkurang meskipun terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Alasannya, Pauline bilang, maskapai penerbangan rajin menawarkan tiket promo yang mampu menarik hati masyarakat.

"Ada sih dampak dari perlambatan ekonomi karena daya beli menurun, tapi kalau untuk liburan sepertinya tidak berkurang karena sudah menjadi kebutuhan hidup. Makanya pengusaha travel menyiasatinya dengan tawaran liburan jarak pendek dengan harga kompetitif," pungkas Pauline.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6