Antam Minati Saham Freeport Indonesia

Jika ditawarkan pemerintah untuk membeli saham Freeport Indonesia maka Antam sangat berminat.

Diterbitkan 21 Oktober 2015, 13:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang (Persero) (Antam) menyatakan minat untuk bisa ikut serta memiliki saham PT Freeport Indonesia (PTFI) yang saat ini sedang ditawarkan (divestasi) ke Pemerintah.

Direktur Utama Antam, Teddy Badrujaman menyatakan, Jika ditawarkan pemerintah untuk membeli saham Freeport Indonesia maka Antam sangat berminat. Alasannya, selama ini Antam memang selalu memburu saham dari perusahaan-perusahaan tambang asing. 

"Kami berminat ambil divertasi dari Freeport tersebut. Sebenarnya, semua divestasi perusahaan asing kalau ditawarkan ke Antam, pasti kami minat," kata Teddy. 

Bukti Antam berminat dengan saham-saham perusahaan tambang asing yaitu Antam juga ikut mengikuti lelang PT Newmont Indonesia. Namun sayangnya, Antam tidak memenangkannya. "Waktu Newmont, Antam ikut tapi cuma hampir menang. Belum rejeki juga," tuturnya.

Menurut Teddy, sudah ada penyedia jasa keuangan untuk memodali Antam ikut membeli saham Freeport Indonesia yang dilepas sebesar 10,64 persen.

"Bisa bekerjasama dengan institusi keuangan lainnya. Kami disiisi institusi keuangan banyak yang bersedia mendukung kalau Antam ingin mengambil saham itu," pungkasnya.

Selain Antam, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) menyatakan kesediaannya untuk mengakuisisi sebagian saham PT Freeport Indonesia jika pemerintah tak mengambil opsi tersebut dalam rencana divestasi saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Untuk menjalankan rencana tersebut, Inalum akan menunjuk konsultan.

Direktur Keuangan Inalum, Oggy Achmad Kosasih mengatakan, perusahaan sedang melakukan perhitungan terkait kemampuan keuangan perseroan. Dia bilang, untuk menghitung rencana akuisisi tersebut, perusahaan akan menunjuk konsultan keuangan.

"Kami akan menunjuk konsultan keuangan yang melakukan perhitungan dari nilai saham yang ditawarkan Freeport nilainya berapa, lalu kami dari sisi BUMN menginginkan diberikan keleluasaan memberikan penilaian juga kewajaran apa yang ditawarkan Freeport yang nanti menjadi dasar negoisasi," tuturnya.

Dia mengakui, butuh dana yang sangat besar untuk bisa mengakuisisi saham Freeport Indonesia tersebut. Perseroan sendiri mengupayakan dana pinjaman dari perbankan untuk bisa menjalankan aksi korporasi tersebut. "Kalau pendanaan kita upayakan pinjaman bisa mungkin yang paling cepat perbankan, bisa juga perbankan," tuturnya. (Pew/Gdn)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6