Sukses

Data Ekonomi AS Mengecewakan Angkat Harga Emas

Liputan6.com, San Francisco - Harga emas melesat tajam di awal pekan ini didukung dari laporan data tenaga kerja Amerika Serikat melemah secara mengejutkan pada Maret 2015.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$ 17,70 (1,5 persen) menjadi US$ 1.218,60 per ounce. Harga perak untuk pengiriman Mei menguat 2,5 persen menjadi US$ 17,11 per ounce.

Harga komoditas juga dipengaruhi data dari Institute for Supply Management. Indeks non manufaktur turun menjadi 56,5 persen pada Maret 2015 dari Februari di level 56,9 persen. Data itu menunjukkan sektor jasa tumbuh melambat. Pasar baru merespons negatif rilis data tenaga kerja AS di awal pekan ini karena bursa saham AS libur pada akhir pekan lalu. Pengusaha AS hanya menambahkan 126 ribu tenaga kerja pada Maret 2015. Angka ini di bawah perkiraan sekitar 246 ribu.

Investor melihat kalau data ekonomi AS melemah ini akan mencegah kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve. Langkah itu akan menaikkan harga emas karena logam sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Dengan kekhawatiran tentang jumlah cadangan emas. Lalu ditambah harapan permintaan emas di Asia, dan pasar saham AS maka emas sekarang cenderung murah. Ke depan harga emas bisa menguat," tulis Kira Brecth seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (7/4/2015).

CEO Hedgeye Risk Management, Keith McCullough menambahkan, kalau kenaikan harga emas dapat menandakan emas sudah overbought dalam jangka panjang.

Adapun di perdagangan komoditas lainnya, harga tembaga turun 2 sen menjadi US$ 2,72 per pound. Harga platinum untuk pengiriman Juli naik 2,2 persen menjadi US$ 1.180,40 per ounce. (Ahm/)

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online