Sukses

Hadapi Pasar Bebas ASEAN, RI Tingkatkan Daya Saing Desa

Liputan6.com, Jakarta - Kesepakatan ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan berlaku pada akhir 2015 ini. Indonesia, yang menjadi salah satu anggota ASEAN harus membuka aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara.

Kondisi ini mendapatkan perhatian serius dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar. Dirinya pun tak ingin desa hanya menjadi konsumen semata.

"Kita tidak ingin desa-desa hanya menjadi konsumen saja, kita ingin produk-produk buatan pengusaha desa dan industri berbasis desa mampu bersaing di pasar domestik maupun regional bahkan global," ungkap Marwan, di Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Untuk itu, Marwan menambahkan, para pelaku usaha dan industri di desa yang rata-rata merupakan usaha dan industri kecil menengah akan ditingkatkan daya saingnya. Termasuk mengatasi berbagai kendala UKM dan IKM desa yang selama terjadi. Seperti lemahnya permodalan, pemasaran, teknologi dan sumber daya manusia.

Berbagai kendala tersebut akan diatasi melalui bantuan program pelatihan kewirausahaan, manajemen, pemasaran, teknik produksi modern, teknis pengemasan modern, bantuan peralatan, modal usaha.

"Seperti produk kerajinan yang banyak dihasilkan oleh industri rumahan desa, karena kemasannya kurang menarik ya hanya bisa dijual dengan di desanya sendiri dengan harga murah pula. Tapi setelah dikemas dengan kemasan modern yang menarik, produk tersebut dapat diekspor dengan harga tiga kali lipat" tutur Marwan.

Mengenai sumber dana program dan bantuan untuk ukm/ikm desa tersebut, dapat dibiayai dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang peruntukannya ditetapkan melalui Musyawarah Desa.

"Disinilah pentingnya setiap desa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karena melalui BUMDes ini dana desa dapat dikelola secara produktif untuk menggerakkan ekonomi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," tandas Menteri Marwan. (Taufiq/Ndw)


Video Populer Bisnis

Tutup Video