Sukses

Harga BBM Bisa Turun Lagi di Februari

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia semakin terhempas. Posisinya terkontraksi sampai ke level di bawah US$ 50 per barel. Dengan penurunan harga ini, harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar berpotensi lebih murah dari harga jual yang berlaku saat ini.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi mengungkapkan, pemerintah tidak menutup kemungkinan bahwa harga BBM Premium dan Solar turun lagi pada awal Februari ini.

Seperti diketahui, harga jual premium dan solar berubah-ubah setiap bulan dengan patokan dari pemerintah. Premium dibanderol seharga Rp 7.600 per liter dan Rp 7.250 per liter untuk Solar.

"Kalau memang harga minyak dunia turun terus di Januari ini, bisa saja harga BBM premium dan solar juga turun lagi," ungkap dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Namun demikian, Sofjan menjelaskan, pemerintah akan menetapkan harga baru BBM premium dan solar untuk awal Februari 2014 dengan mempertimbangkan serta menghitung rata-rata harga minyak dunia.

"Kita melihatnya secara keseluruhan, rata-rata harga minyak dunia selama sebulan ini. Kalau rata-rata harga minyak dunia merosot, ya kita turunkan harga BBM subsidi. Tapi kalau naik, ya harga dinaikkan," tegas mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Saat ini, dia mengaku, pemerintah sudah mulai menghitung kenaikan atau penurunan harga BBM premium dan solar. Pemerintah selalu memantau harga minyak dunia sebagai patokan perhitungan harga jual BBM.

"Sudah mulai dihitung oleh PT Pertamina (Persero), dan pasti akan selalu dilaporkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Lalu nanti diputuskan Presiden dan Wakil Presiden dengan melihat dampaknya," imbuh Sofjan.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil sebelumnya juga memberi sinyal dalam waktu dekat akan ada penurunan harga BBM kembali.

"Nanti bulan depan akan ditetapkan lagi. Tunggu saja akan ada penurunan berikutnya," kata Sofyan, di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa, 6 Desember 2015.

Sofyan sendiri mengakui harga BBM saat ini masih terbilang tinggi. Sebab, dari harga yang sudah ditetapkan termasuk di dalamnya pajak PPN 10 persen dan pajak daerah 5 persen.
 
"Itu sudah termasuk alfa. Sudah termasuk kewajiban Pertamina bahwa harga yang sama di seluruh indonesia, kecuali di Jawa dan Bali. Karena di 2 tempat itu dimungkinkan Pemda menetapkan pajak daerah antara 5 sampai 10 persen," tegas mantan Menteri BUMN itu.

Pemerintah secara resmi mengumumkan harga BBM baru berlaku mulai 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB. Untuk harga premiun dipatok Rp 7.600 per liter tanpa subsidi dari sebelumnya Rp 8.500. Sedangkan harga solar Rp 7.250 dengan subsidi Rp 1.000 per liter.

(Fik/Ndw)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.