Sukses

Harga Minyak Rontok Jelang Pertemuan OPEC

Liputan6.com, New York- Harga minyak jatuh ke level terendah dalam empat tahun setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) diprediksi tidak akan mengambil tindakan yang signifikan untuk menekan harga.

Dilansir dari AFP, Kamis (27/11/2014), harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) yang jadi patokan harga minyak di AS, anjlok untuk pengiriman Januari US$ 40 sen menjadi US$ 73,69 per barel di New York Mercantile Exchange, ini merupakan harga penutupan terendah sejak September 2010.

Begitu pula harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Januari turun US$ 58 sen menjadi US$ 77,75 per barel di London.

Pedagang mencerna sejumlah pernyataan dari menteri minyak menjelang pertemuan OPEC di Wina, Austria.

Pertemuan tersebut sangat dinantikan mengingat harga minyak tercatat telah merosot hingga 30 persen sejak Juni.

"Sejumlah pernyataan di Wina menyebabkan banyak orang percaya OPEC tidak akan melakukan apa-apa", kata Andy Lipow, kepala konsultan Houston Lipow Oil Associates.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naima menilai pasar minyak akan stabil sendiri pada akhirnya. Dalam sebuah pernyataan di Dow Jones Newswires, dia tidak melihat kebutuhan untuk pemotongan kuota produksi dalam jumlah besar.

Meski posisinya sama dengan Naima, Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh mengaku prihatin dengan melimpahnya stok minyak di pasar.

"Para analis pasar percaya bahwa saat ini telah terjadi kelebihan pasokan di pasar dan tahun depan kami akan memiliki lebih banyak kelebihan stok," kata Zanganeh.

Para analis masih meyakini pernyataan terkuat dari OPEC akan memangkas  produksi dari tingkat saat ini 30 juta barel per hari.

OPEC juga bisa berjanji untuk mengatasi kelebihan produksi dari anggotanya, yang telah memompa 30,6 jutabarel per hari bulan lalu, menurut Badan Energi Internasional. (Ndw)