Sofyan Djalil: Saat Ini Bukan Waktu yang Enak Jadi Menteri

Indonesia dihadapkan ekonomi global masih melemah sehingga menjadi tantangan bagi menteri di kabinet kerja Jokowi-JK.

Diterbitkan 25 November 2014, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi ekonomi global maupun domestik yang kurang menguntungkan seperti momok bagi para menteri Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Hal ini diakui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil.

"Saat ini bukan waktu yang enak buat jadi Menteri, apalagi Menko Perekonomian," kata dia saat memberi sambutan di acara DBS Asian Insight Seminar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Menurut Sofyan, pemerintahan Jokowi-JK dihadapkan gejolak ekonomi eksternal seperti pelemahan harga komoditas ke titik terendah, perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok serta kondisi ekonomi Eropa yang masih penuh ketidakpastian.

"Ekonomi Eropa masih di dalam ICU. Jadi cuma ekonomi Amerika Serikat yang memberi harapan. Tapi tetap ada pengakhiran Quantitative Easing (QE) dan kenaikan suku bunga The Fed," ujar dia.

Kondisi ekonomi tersebut, diakui Sofyan kurang mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Apalagi dalam kurun waktu lima tahun terakhir, industri manufaktur di Indonesia tumbuh negatif. Padahal dari sektor ini memberi harapan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Kendati demikian, lanjutnya, situasi seperti ini merupakan tantangan bagi para Menteri Kabinet Kerja. "Kalau nggak, nggak akan dipercaya lagi oleh Presiden untuk jadi Menteri. Pemerintah menyadari banyak masalah yang harus dihadapi, tapi kami akan datang dengan kebijakan yang baik," pungkas Sofyan. (Fik/Ahm)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6