Sukses

Bank Sinarmas Gandeng Nurbaya Iniative Salurkan Pembiayaan UMKM

Liputan6.com, Jakarta - Bank Sinarmas memperluas jangkauan layanan jasa keuangannya. Kali ini, Bank Sinarmas bekerja sama dengan Nurbaya Initiative untuk memberikan fasilitas pembiayaan dan teknologi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di pasar Tanah Abang dan Thamrin City.

Pembiayaan modal kerja ini diberikan kepada seluruh pelaku UMKM yang sudah menjadi nasabah atau anggota dan akan menjadi anggota dengan jumlah maksimal pembiayaan yang diperoleh maksimal Rp 300 juta. Kerja sama ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM.

Direktur Utama Bank Sinarmas, Freenyan Liwang menuturkan, unit usaha yang masuk dalam kategori UMKM merupakan urat nadi perekonomian daerah dan nasional. Saat ini sekitar 99 persen pelaku ekonomi mayoritas adalah pelaku usaha UMKM yang terus tumbuh secara signifikan, dan sektor yang mampu menjadi penopang stabilitas perekonomian nasional.

"Oleh karena itu kami melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kinerja UMKM sehingga dapat menghasilkan produk berdaya saing tinggi," ujar Freenya, dalam siaran pers, Jumat (7/11/2014).

Bank Sinarmas dibantu oleh Nurbaya Initiative dalam memfasilitas calon-calon debitur, dengan monitoring kegiatan usaha dari para pelaku UMKM yang mendapatkan modal kerja dan kunjungan ke tempat usahanya. "Kami juga dapat menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit," ujar Freenyan.

Founder Nurbaya Iniative, Andy Sjarif mengatakan, perjanjian ini merupakan suatu bentuk pemantapan ide dengan penguatan UMKM terjadi dari sisi finansial dan teknologi. Kombinasi ini yang menjadi fondasi dari perjanjian Nurbaya Iniative dengan bank Sinarmas.

Freenyan menambahkan, bank Sinarmas akan menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp 400 miliar hingga akhir Desember 2015, dengan suku bunga yang kompetitif dan bersaing di pasar.

Nurbaya Initiative sebagai ekosistem online memfokuskan kepada pengembangan teknologi untuk para UMKM sehingga mereka memiliki akses ke pasar online yang ditargetkan mencapai Rp 106 triliun.