Pertamina: Wajar jika Kami Punya Anak Usaha Seperti Petral

Pertamina mengaku sebuah perusahaan minyak nasional memiliki anak usaha sejenis Petral merupakan hal yang wajar.

Diterbitkan 06 Oktober 2014, 18:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) angkat bicara soal rencana pemerintah baru yang ingin membubarkan anak usahanya yang bergerak pada pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan, sebuah perusahaan minyak nasional memiliki anak usaha sejenis Petral merupakan hal yang wajar.

"Semua perusahaan minyak punya trading arm di Singapura, what's wrong?. PTT (perusahan minyak Thailand) punya trading di Singapura, BP punya trading di Singapura," kata Ali di Cikini, Jakarta, Senin (6/10/2014).

Menurut Ali, Petral sepenuhnya dimiliki Pertamina, karena itu instansi ini merupakan milik negara seutuhnya.

Namun Ali enggan berkomentar tentang rencana pembubaran Petral yang akan dilakukan oleh pemerintah baru. "Kita tunggu saja wacana pemerintah," pungkas Ali.

Sebelumnya, Tim Transisi Jokowi-JK meyakini anak usaha PT Pertamina (persero) Pertamina Energy Trading Limited atau Petral sebagai salah satu sumber masalah energi di Indonesia. Untuk itu Tim Transisi mengusulkan wacana pembekuan Petral kepada Jokowi.

Pembubaran Petral juga terkuak dari pernyataan Anggota Komisi VII DPR Efendi Simbolon yang mengungkapkan, pemerintah baru berencana melebur Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Petral menjadi perusahaan  BUMN. (Pew/Nrm)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Pertamina merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bertugas mengelola pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.
    Pertamina
  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi
  • Petral