Sukses

Medco Temukan Gas Hidrokarbon di Libya

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak perusahaannya Medco International Venture Limited (MIVL) berhasil menyelesaikan pemboran sumur appraisal di Area 47 Libya, sumur pertama yang dibor setelah masa Revolusi Libya.

Sumur ini adalah bagian dari program pemboran sumur appraisal untuk mengkonfirmasi 10 struktur dari 16 struktur hidrokarbon yang telah ditemukan sebelum Revolusi. MedcoEnergi dan mitranya saat ini mengerjakan pengembangan proyek untuk enam struktur yang telah ditemukan.

"Pemboran sumur appraisal pertama kali setelah masa revolusi, yaitu sumur P2 yang berada di struktur P, telah berhasil menemukan dua lapisan hidrokarbon dengan total ketebalan net setebal 26 kaki di formasi Top Lower Acacus dan Mamuniyat. Pengujian sumur P2 yang dilakukan di formasi Mamuniyat menghasilkan aliran gas sebesar 6,5 MMSCFD melalui choke 48 per 64 inci," kata Presiden Direktur PT  Medco Energi Internasional Tbk, Lukman Mahfoedz di Jakarta, Selasa (1/7/2014).

Menurut Lukman, berdasarkan hasil uji sumur appraisal P2 ini, sangat besar kemungkinan struktur P berhubungan dengan struktur H yang telah ditemukan saat pengeboran sumur eksplorasi H1 pada 2008. Struktur P-H yang terhubung ini menghasilkan perkiraan sumber daya hidrokarbon sebesar 69 MMBOE.

"Bila digabungkan dengan formasi Top Lower Acacus, sumber daya hidrokarbon diperkirakan sebesar 93 MMBOE dengan potensi bisa mencapai 149 MMBOE," ungkapnya.

Selain itu, MedcoEnergi telah berhasil menyelesaikan pemboran sumur appraisal kedua  (A2)dan ketiga  (O2) sesuai dengan rencana anggaran dan jadwalnya. Sumur A2 ditajak pada 2 April 2014. Pengeboran sumur mencapai total kedalaman 10.600 kaki dalam waktu kurang dari 40 hari, dengan indikasi keberadaan hidrokarbon yang besar.

Saat ini persiapan pekerjaan uji sumur A2 sedang dilakukan. Sumur O2 ditajak pada 23 Mei 2014 dan telah mencapai kedalaman 10.780 kaki di formasi Mamuniyat hanya dalam waktu 34 hari.

Saat ini MIVL menggunakan satu rig pemboran dan satu completion rig, tim pemboran Perseroan berhasil menjalankan operasi pemboran dengan biaya yang efisien walaupun di tengah situasi politik yang dinamis di Libya.  Jumlah biaya pemboran untuk kedalaman hampir 11.000 kaki dari tiga sumur appraisal tersebut adalah kurang dari AS$ 9 juta per sumur.

"Alhamdulillah, kami tidak hanya mampu melanjutkan operasi di lapangan Area 47 Libya, tetapi juga berhasil dengan baik melakukan pemboran sumur appraisal. Penyelesaian pemboran ini dapat menambah cadangan migas Perseroan dari aset Libya," pungkasnya. (Pew/Ahm)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS