Sukses

Lebih 30% Pemuda Asia Pasifik Masih Jadi Pengangguran

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rilis laporan terbarunya, Bank Dunia mengungkapkan, Indonesia dan berbagai negara lain di kawasan Asia Pasifik masih kekurangan tenaga kerja yang memadai. Tak hanya itu, dalam laporannya mengenai ketenagakerjaan bertajuk `East Asia Pacific at Work: Employment, Enterprise, and Wellbeing`, Bank Dunia melaporkan masih banyak pemuda di kawasan tersebut yang masih berstatus sebagai penangguran.

"Lebih dari 30% penduduk berusia 15-24 tahun di kawasan Asia Pasifik sama sekali tidak tertangani. Mereka tidak memiliki pekerjaan serta tidak memperoleh pendidikan dan pelatihan kerja," ungkap Ekonom Bank Dunia di Bidang Human Development Economics Truman Packard saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Truman menjelaskan, pemerintah di berbagai negara seharusnya memiliki target yang lebih spesifik dalam menentukan kebutuhan tenaga kerjanya. Rencana spesifik tersebut dapat membantu pemerintah menentukan langkah-langkah tepat guna langsung menuju target yang ingin dicapai.

"Buat rencana yang spesifik dalam menentukan jumlah tenaga kerja. Misalnya, kami membutuhkan 1.000 teknisi. Setelah itu, tentukan sistem pendidikan dan pelatihan yang tepat agar bisa melahirkan 1.000 teknisi lengkap dengan formasi keterampilan yang dibutuhkan," terang Truman.

Menurut Truman, rencana yang spesifik dapat membantu penerintah di setiap negara dalam menentukan sistem pendidikan dan pelatihan guna menyiapkan para pemuda memasuki dunia kerja. Dengan begitu, pemerintah juga dapat memprediksi kebutuhan serta menilai ketercukupan tenaga kerja secara lebih akurat.

Truman juga menyinggung betapa pentingnya pendidikan sejak usia dini bagi para calon tenaga kerja. Selama ini, banyak negara yang justru memberikan anggaran lebih besar untuk pendidikan di luar sekolah dasar.

"Di mana Anda belajar mengejar passion, kerja keras, bekerja dalam tim, dan ketahanan bekerja? Semua itu dipelajari sejak Anda masih berada di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Itu semua tak akan Anda peroleh di perguruan tinggi," pungkasnya. (Sis/Ndw)

BERANI BERUBAH: Warga Makmur Ala Lorong Sayur