Krisis Listrik Intai Pulau Jawa 2018, Ini Pemicunya

Ekonomi yang membaik ditandai berdirinya pabrik baru dan mal membuat krisis listrik di Pulau Jawa semakin nyata. Apa antisipasi pemerintah?

Diterbitkan 03 Maret 2014, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional, masyarakat di Pulau Jawa ternyata tak bisa terhindar dari kemungkinan munculnya krisis listrik. Sebuah prediksi mengkhawatirkan memperkirakan krisis listrik bisa menyapa Pulau Jawa pada 2018 mendatang.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menjelaskan, perbaikan ekonomi yang terjadi selama ini telah mendorong pertumbuhan pembangunan. Imbasnya, kebutuhan tenaga listrik di Pulau terpadat di Indonesia ini makin meningkat.

"Karena ekonomi membaik, pabrik banyak, mal banyak," kata Jero, usai menghadiri rapat otonomi khusus di gedung DPR, Jakarta, Senin (4/3/2014).

Untuk mengimbangi kecepatan pertumbuhan ekonomi tersebut, Indonesia setidaknya membutuhkan tambahan pasokan listrik sebesar 4-5 megawatt (MW) setiap tahunnya.

Sayangnya, hingga kini kecepatan pertumbuhan ekonomi ternyata belum sanggup diimbangi oleh pertambahan pasokan lisrik.

Jero mengungkapkan, minimnya tambahan pasokan listrik tersebut dipicu sejumlah kendala seperti pembebasan lahan. Persoalan ini setidaknya ditemukan dalam proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang Jawa Tengah berkapasitas 2X1000 MW.

Untuk menghindari ketertinggalan tersebut, pemerintah pun mengeluarkan terobosan dengan memprogramkan pembangunan pembangkit listrik 7.000 MW.

"Kalau 2.000 itu telat dan 7000 selesai saja, aman sudah," tegas Jero. (Pew/Shd)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6