Sebelum Gempa, Lereng Merbabu Diserbu Kera Liar

Meski begitu, belum dipastikan relasi antara turunnya binatang liar dari puncak gunung itu dengan gempa dan dentuman misterius yang terjadi.

oleh Liputan6 diperbarui 19 Feb 2014, 18:18 WIB
Beberapa pekan sebelum terjadi gempa dan dentuman misterius, di bagian lain lereng Merbabu telah mendapat serbuan kera liar. Hal itu bahkan sudah dilaporkan kepada instansi terkait oleh Asosiasi Petani Tembakau Lereng Merbabu.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Lereng Merbabu, Teguh Sambodo menyatakan, ada dua Kecamatan di lereng Merbabu yang diserbu kawanan kera liar.

"Yang pertama adalah Kecamatan Cepogo yang ada di sisi timur laut Gunung Merbabu dan Musuk. Di 2 kecamatan itu, kebun sayur warga diserang kawanan kera liar," kata Teguh saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (19/2/2014).

Teguh mengaku tak tahu apakah ada relasi antara turunnya binatang liar dari puncak gunung itu dengan gempa dan dentuman misterius yang terjadi.

Meski begitu, ia mengakui sekitar Desember 2013 lalu, ada upaya pengusiran kera liar itu dengan alat menyerupai meriam yang menimbulkan suara dentuman.

"Tapi itu terakhir kali pada akhir tahun lalu. Lagi pula, meski sama-sama di lereng Merbabu, jarak tempat kami dengan Getasan sangat jauh. Tak mungkin bisa terdengar," ucap Teguh.

Teguh bercerita, saat pengusiran menggunakan suara, dentuman dilakukan secara terus menerus. Sedangkan saat terjadi gempa di Dusun Krajan, Sumogede, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, hanya terdengar satu kali.

"Mungkin sumber makanan yang di puncak sudah habis atau bagaimana, sehingga kera-kera itu turun gunung," kata Teguh.

Masyarakat dusun Krajan desa Sumogede Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, dihebohkan adanya suara dentuman misterius yang disusul gempa skala kecil, Senin 17 Februari 2014. Meski kecil, namun gempa itu mampu merusak 45 rumah warga.

Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramono menegaskan bahwa dentuman itu tak ada kaitannya dengan aktivitas Merbabu.

"Saya langsung hubungi Mas Bandriyo dari pos pemantauan Merapi. Tapi Merapi Aman, Merbabu juga aman," kata Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana saat dihubungi dari Semarang, Senin 17 Februari 2014 malam.

Sarwa menambahkan, dentuman misterius itu bukan berasal dari Gunung Merbabu, namun suara lain yang kebetulan muncul bersamaan dengan getaran. (Ali/Yus)

Baca juga:

Ketakutan Akibat Dentuman Gunung Merbabu Menyebar ke 3 Kota
Penjelasan Ilmiah Dentuman Misterius di Gunung Merbabu
Warga Percaya Gempa Misterius Bukan dari Gunung Merbabu

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya