Tak Mau Ngungsi dari Kelud, Gubernur Jatim Akan Evakuasi Paksa

Gubernur Jawa Timur Soekarwo memerintahkan kepada para petugas untuk mengevakuasi paksa penduduk yang menolak dievakuasi.

oleh Liputan6 diperbarui 14 Feb 2014, 23:45 WIB
Gubernur Jawa Timur Soekarwo memerintahkan kepada para petugas untuk mengevakuasi paksa penduduk yang bandel atau menolak dievakuasi ke pengungsian. Sebab, sikap ngotot warga itu dikawatirkan membahayakan keselamatan dirinya.
 
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyebut, masih ada 25 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sidodadi yang masih bertahan di rumahnya. Juga ada sejumlah warga di Desa Banturejo Kecamatan Ngantang yang menolak dievakuasi.
 
"Petugas sudah merayu penduduk yang tak mau turun, tapi kalau tetap tak mau ya terpaksa diambil petugas," kata Soekarwo saat berkunjung di tempat pengungsian di Kantor Kecamatan Pujon, Malang Jawa Timur, Jumat (14/2/2014).
 
Soekarwo juga mengimbau penduduk agar tak terburu–buru kembali ke rumahnya. Bahkan dalam radius 10 kilometer dari Gunung Kelud diharapkan steril dan tak ada aktivitas warga.
 
"Penduduk tak perlu khawatir dengan harta bendanya, karena pasti diganti pemerintah. Terpenting utamakan keselamatan diri,” ucap Soekarwo.
 
Kepala BPBD Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, sebagian besar warga penduduk di Desa Sidodadi yang menolak dievakuasi karena beranggapan cuaca sudah membaik.
 
"Warga menilai cuaca sudah terang dan normal, jadi tak mau dipindah. Tapi sore ini jika kabut gelap, mereka pasrah untuk dievakuasi," ujar Hafi. (Tnt/Ali)

Baca juga:

Warga Blitar Tinggalkan Pengungsian, BNPB: Tinggal 76.388 Jiwa

Meski Atap Rumah Dipenuhi Debu, Warga Malang Memilih Bertahan

Abu Kelud di Runway Adisucipto Setebal 5 cm

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya