Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan dua emiten baru pada Selasa (7/7/2026). PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI dan PT Nitrasanata Dharma Tbk berkode JECX resmi mencatatkan saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) dan memulai perdagangan di lantai bursa.
Antusiasme investor langsung terlihat sejak pembukaan perdagangan. Kedua saham tersebut kompak melesat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA), menandakan tingginya minat pasar terhadap dua emiten yang berasal dari sektor berbeda tersebut.
Advertisement
Berdasarkan pantauan di Main Hall BEI pada Selasa (7/7/2026), JELI, yang dikenal sebagai produsen makanan dan minuman dengan merek INACO, menawarkan saham perdana pada harga Rp 900 per saham. Pada perdagangan perdana, sahamnya langsung melonjak 25% ke level Rp 1.125 per saham atau menyentuh batas ARA.
Perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp 239,4 miliar melalui IPO dengan melepas 266 juta saham baru atau sekitar 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Sebelum resmi melantai, IPO JELI tercatat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 273 kali pada porsi pooling dengan partisipasi ratusan ribu investor.
JECX Juga Langsung ARA
Sementara itu, JECX yang merupakan pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata Jakarta Eye Center (JEC) juga mencatat debut yang tidak kalah impresif. Saham JECX dibuka menguat 24,8% dari harga penawaran menjadi Rp 1.560 per saham dan langsung menyentuh ARA pada awal perdagangan.
Dalam penawaran umum perdana sahamnya, JECX menawarkan sebanyak 487.983.500 saham biasa atau sebesar 15,00% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO, dengan harga penawaran sebesar Rp 1.250 per saham.
Jumlah saham yang ditawarkan JECX tersebut terdiri dari:
- Saham Baru: 325.322.300 saham atau sebesar 10,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
- Saham Divestasi: 162.661.200 saham milik DR. Dr. Waldensius Girsang, SpM(K) atau sebesar 5,00% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Respons Positif Investor
Melalui aksi korporasi ini, JECX berhasil menghimpun dana total sebesar Rp 609.979.375.000. Dana tersebut terdiri dari Rp 406.652.875.000 dari penerbitan saham baru Perseroan dan Rp 203.326.500.000 dari penjualan saham divestasi. Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar Perseroan pada saat pencatatan saham perdana mencapai sekitar Rp 4,07 triliun.
Sepanjang masa penawaran umum, JECX memperoleh respons positif dari investor yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rekam jejak, posisi bisnis, serta prospek pertumbuhan JEC sebagai jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi di Indonesia. Hal ini tercermin dari tingkat kelebihan permintaan (oversubscribed) yang mencapai 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.