[VIDEO] Rusak Akibat Banjir, Jalur Pantura Belum Juga Diperbaiki

Banjir hingga saat ini masih menggenangi ratusan hektar sawah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

oleh Liputan6 diperbarui 05 Feb 2014, 15:00 WIB
Banjir hingga saat ini masih menggenangi ratusan hektar sawah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sementara Jalur Pantai Utara (Pantura) yang rusak akibat banjir belum juga diperbaiki.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (5/2/2014), hingga saat ini hujan masih melanda Kabupaten Indramayu. Hamparan lahan pertanian milik warga terendam air banjir sejak 20 hari lalu.

Data yang diperoleh dari Pemerintah Kabupaten Idramayu sebanyak 93.000 hektar sawah terendam banjir. Akibatnya sawah terancam gagal panen dan setelah banjir surut terpaksa petani melakukan penanaman kembali.

Kerugian dari banjir ini ditaksir Rp 600 miliar dan itu sudah diakumulasikan dengan kerusakan jalan. Alhasil, aktivitas perekonomian warga terganggu.

Lalu lintas di kawasan Pantura dari arah Jakarta-Cirebon maupun sebaliknya banyak dilewati truk-truk besar, mobil, sepeda motor, bahkan beberapa bus antar kota dan provinsi juga kendaraan pribadi terpaksa harus mengurangi kecepatan laju kendaraan.

Di setiap meter kawasan Pantura ditemukan banyak sekali lubang jalan dengan kedalaman mencapai 15 centimeter. Kendaraan yang melewati kawasan ini harus waspada, dikhawatirkan terjadi kecelakaan jika melaju dengan kecepatan tinggai.

Ironisnya, Kabupaten Indramayu yang sering dilanda bencana hingga saat ini belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), padahal lembaga tersebut sangat penting untuk mengucurkan dana terhadap bencana yang terjadi pada suatu daerah.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk Kawasan Indramayu masih akan dilanda hujan sedang dan seluruh kabupaten serta kota di provinsi Jawa Barat. (Dan/Yus)

Baca juga:

[VIDEO] Banjir di Pantura Surut, Lalu Lintas Masih Tersendat
[VIDEO] Jalur Pantura Lumpuh Pascabanjir, Sopir Bermalam di Mobil
[VIDEO] Banjir Lagi, Jalur Pantura Macet Parah `Mengular` 20 Km



Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya