JK: Tidak Perlu Takut <i>Skilled Labour</i> Pasar Bebas

"Soal skilled labour dalam pasar bebas, tidak perlu takut," ujar JK.

oleh Liputan6 diperbarui 19 Des 2013, 19:36 WIB
Indonesia akan segera menghadapi pasar bebas ASEAN pada 2015 mendatang. Kesiapan Indonesia menghadapi persaingan negara lain di Asia Tenggara, masih diragukan, terutama tenaga kerja skilled labour atau tenaga kerja terdidik. Namun menurut Jusuf Kalla, Indonesia tak perlu ragu menghadapi pasar bebas.

"Soal skilled labour dalam pasar bebas, tidak perlu takut. Sudah banyak orang Indonesia yang menjadi ahli keuangan di Singapura, ahli minyak di Kuwait. Permasalahan kita di Indonesia hanya kurangnya lapangan kerja. Kalau ada pasar bebas dalam bidang jasa, itu harusnya menguntungkan untuk kita," kata tokoh yang akrab disapa JK itu dalam Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Wakil Presiden ke-10 tersebut mengatakan, ada 10 negara di ASEAN, tapi yang bisa berkomunikasi lancar hanya 4 negara saja, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Selain negara tersebut, jika mereka ingin bekerja di Indonesia juga tidak mudah, karena adanya perbedaan kultur, agama, dan bahasa.

"Orang-orang Thailand lebih banyak mencari pekerjaan ke Vietnam, karena adanya kesamaan latar belakang seperti itu tadi. Kesempatan kerja kita lebih banyak. Jangan khawatirlah," lanjut mantan Menteri Perdagangan itu.

Menurut JK, pasar bebas akan mulai diberlakukan bagi negara-negara di Asia Tenggara pada 2015 mendatang. Persaingan ketat yang terjadi seharusnya bukan penghalang bagi Indonesia. Tapi justru menjadi pemicu agar meningkatkan sumber daya manusia yang lebih baik, yang mampu bersaing dalam skala pasar yang lebih besar. (Rmn/Sss)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya