DKI Bangun Sumur Resapan, Dinas Energi: Depan Istana Dilarang

Namun, sumur resapan itu tidak dapat menyelesaikan banjir melainkan hanya mengantisipasi agar genangan air tidak terlalu tinggi.

oleh Andi Muttya Keteng diperbarui 06 Okt 2013, 10:06 WIB
Pemprov DKI sedang mengerjakan proyek pembuatan 2 ribu sumur resapan di 5 wilayah Jakarta untuk mengatasi banjir yang terjadi hampir setiap tahun.

Beberapa daerah seperti Rasuna Said, Taman Suropati, kawasan Monumen Nasional (Monas), Blok G, Balaikota DKI, Jalan Kebon Sirih, dan sisi Selatan Istana Merdeka.

"Pokoknya daerah-daerah yang langganan banjir. Salah satu cara lain atasi banjir. Cuma Medan Merdeka Utara depan Istana nggak boleh. Ya, katanya itu daerah sakral, kata tuan-tuan di negara ini," ujar Kepala Dinas Energi dan Perindustrian DKI Andi Baso, Minggu (6/10/2013).

Namun, lanjut Baso, pembuatan sumur resapan itu tidak dapat menyelesaikan banjir melainkan hanya mengantisipasi agar genangan air tidak terlalu tinggi. Dengan begitu air tanah juga tidak terus berkurang.

"Sumur resapan memang tidak dapat menyelesaikan masalah banjir. Namun paling tidak untuk mengurangi agar genangan air tidak terlalu tinggi," jelas Baso.

Dinas Energi bekerja sama dengan Dinas Pekerja Umum DKI dalam proyek pembangunan sumur resapan tersebut berdasarkan Perda nomor 10 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Dinas PU berperan mengkoordinaskan lokasi-lokasi mana saja yang perlu sumur resapan. Sementara dana yang dianggarkan sebesar Rp 130 miliar dari APBD DKI.

"Kita usahakan Desember mudah-mudahan bisa selesai. Bisa diperpanjang 50 hari kalau diperlukan, kalau ada masalah di lapangan," tukas Baso. (Adi/Yus)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya