Kulit Kemerahan dan Gatal, Bisa Jadi Psoriasis

Kulit cantik dan sehat dambaan setiap orang baik pria dan wanita. Namun jangan anggap remeh kemerahan dan gatal berkepanjangan pada kulit.

oleh Kusmiyati diperbarui 04 Jul 2013, 12:30 WIB
Kulit cantik dan sehat dambaan setiap orang baik pria dan wanita. Namun jangan anggap remeh kemerahan dan gatal berkepanjangan pada kulit, bahkan seperti alergi warna merah yang menonjol bisa jadi ini merupakan gejala penyakit  psoriasis.

Penyakit autoimun yang mengenai kulit ini ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih.

Seperti dikutip dari Health, Kamis (4/7/2013) antara 5,8 juta dan 7,5 juta orang hidup dengan penyakit kulit psoriasis, hampir setengahnya tidak dapat diobati.

"Hanya beberapa tahun yang lalu yang tidak dapat diobati, kini perawatan lebih efektif, aman, dan mudah" kata Profesor Dermatologi di Wake Forest University School of Medicine di Winston-Salem, NC Steven Feldman, MD, PhD.

Kondisi peradangan kulit ini mengakibatkan adanya penumpukan bewarna putih yang merupakan sel kulit mati (patch). Para ilmuwan tidak yakin apa penyebabnya, tetapi mereka tahu bahwa psoriasis melibatkan disfungsi genetik yang memicu respon imun yang tidak pantas, yang mengarah ke produksi cepat sel-sel kulit baru.

Ada lima jenis psoriasis yaitu plak (bentuk yang paling umum), guttate, invers, berjerawat, dan eritroderma. Psoriasis dapat muncul di manapun pada tubuh dan sampai 30 persen penderita akan mengembangkan arthritis psoriatis, kondisi sendi meradang dan kaku.

"Psoriasis sebagian besar kondisi warisan, tetapi melibatkan beberapa gen dan mungkin beberapa faktor lingkungan dalam penyebaran penyakit ini," kata Dr Feldman. Pemicu umum termasuk stres, trauma kulit, seperti kulit terbakar atau luka, beberapa obat, termasuk obat antimalaria, dan dalam kasus psoriasis guttate serta infeksi tenggorokan.

Karena psoriasis memanifestasikan dirinya pada kulit, dapat berdampak pada psikologis penderita. Beberapa kasus yang pernah ditemukan, penderita mengalami pengucilan di lingkungannya dan adanya diskriminasi akibat kulit yang terlihat mengerikan.

(Mia/Mel/*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya