Liputan6.com, Jakarta - Polisi menegaskan bahwa penyelidikan kasus penyerangan dan penganiayaan karyawan ritel Astro Hub Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih berlanjut. Hingga kini, pihak korban masih menunggu kepastian dari terduga pelaku terkait ganti rugi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Murodih menyampaikan, anggotanya telah menemui tim legal Astro sebagai perwakilan korban di Kantor PT Astro, Jalan Ampera Raya No. 120 A, Kelurahan Ragunan, pada Selasa (3/2/2026).
Advertisement
Dari hasil pengecekan, diketahui perwakilan terduga pelaku sebelumnya sempat mendatangi pihak Astro. ada empat orang yang meminta agar kasus penyerangan yang sempat viral di media sosial itu diselesaikan secara damai.
Mereka bersedia menanggung biaya pengobatan korban, serta mengganti kerusakan barang.
"Hasil dari keterangan dari pihak astro (korban) bersedia untuk tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum dengan harus memenuhi syarat sebagai berikut," tutur Murodih dalam keterangan tertulisnya.
"Pihak pelaku harus siap untuk mengobati kerugian fisik akibat perbuatan pengeroyokan terhadap korban. Pihak pelaku harus bersedia menganti rugi barang-barang yang dirusak," sambungnya.
Murodih menyatakan, korban akan membuat surat pernyataan damai di kantor polisi jika tuntutan tersebut dipenuhi. Sebaliknya, jika pelaku tidak menyanggupi tuntutan, maka pihak Astro memastikan kasus tersebut akan dilanjutkan ke jalur hukum.
"Untuk sementara pihak Astro (korban) belum memberi jawaban keputusan kepada pihak pelaku, nanti rencananya akan ada pertemuan kedua untuk membahas tuntutan korban kepada pihak pelaku," ucap dia.
Mediasi Belum Membuahkan Hasil
Dia mengatakan, pihaknya juga telah menyarankan korban untuk segera membuat laporan polisi dan menjalani visum. Jika memilih tidak menempuh jalur hukum, korban diminta membuat surat pernyataan tidak melapor.
"Namun pihak korban sendiri bukan tidak mau untuk melanjutkan perkara ke jalur hukum, pihak astro (korban) masih menunggu kesanggupan pihak pelaku untuk memenuhi tuntutannya apabila mereka memang tidak bisa dipenuhi, maka pihak korban baru rencananya akan membuat laporan polisi untuk diproses secara hukum," tandas dia.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan mengatakan, pihak terduga pelaku memang berniat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan.
"Jadi memang untuk yang di pasar minggu itu kejadiannya ada, dari pihak sana (terduga pelaku) ada upaya untuk mediasi, tapi masih belum. Kita dari Polres masih profesional aja," kata dia dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, polisi dalam hal ini bersikap profesional karena perkara tersebut bukanlah delik aduan. Proses hukum akan tetap berjalan, terlepas ada tidaknya kesepakatan damai kedua belah pihak.
"Kalau dari mediasi, yang penting mediasinya win win. Tetap kita profesional karena itu bukan delik aduan, tetap kita penanganan profesional," ucap dia.
7 Terduga Pelaku Terekam CCTV
Tampang pelaku penyerangan dan penganiayaan pegawai retail Astro di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan terekam CCTV. Pelaku disebut berjumlah 7 orang terlihat berkumpul di area parkiran dan menganiaya sejumlah pegawai retail.
Kronologi peristiwa tersebut bermula pada Jumat (30/1) pukul 04.00 WIB, korban dan saksi mengatakan terjadi pemukulan oleh beberapa orang tidak dikenal terhadap pegawai retail.
Mulanya, pengendara mobil berwarna putih yang menabrak sepeda motor yang terparkir, lalu terjadi cekcok antara mereka.
"Tidak selang berapa lama, datang mobil berwarna hitam, dan turun beberapa orang laki-laki yang tidak dikenal berjumlah tujuh orang, dan langsung melakukan pemukulan," ujar Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKBP Murodih dilansir Antara, Senin (2/2/2026).
Akibat pemukulan itu, para korban mendapatkan luka. Diketahui, pelaku berjumlah tujuh orang, dan hingga kini masih dicari identitas mereka.
"Tercatat bahwa ada tujuh orang yang memang di sana melakukan pemukulan. Identitas masih kita lakukan penyelidikan," ungkap Murodih.