Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street beragam pada perdagangan Jumat, 18 Juli 2025. Indeks Dow Jones susut pada akhir pekan setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan mendorong tarif lebih tinggi terhadap Uni Eropa.
Mengutip CNBC, Sabtu (19/7/2025), indeks Dow Jones merosot 142,30 poin atau 0,32% ke posisi 44.342,19. Indeks S&P 500 tergelincir 0,01% setelah mencapai rekor tertinggi pada awal perdagangan yang akhirnya ditutup di posisi 6.296,79. Indeks Nasdaq naik 0,05% ke posisi 20.895,66.
Advertisement
Donald Trump menuntut tarif minimum antara 15% dan 20% dalam setiap kesepakatan dengan Uni Eropa, Financial Times melaporkan, mengutip tiga sumber. Uni Eropa sedang berupaya mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS sebelum batas waktu Trump pada 1 Agustus, ketika Trump telah berjanji untuk mulai menerapkan tarif 30% terhadap blok tersebut.
Pelaku pasar juga mencermati laporan pendapatan terbaru dan data ekonomi AS yang baru. Data yang dirilis Jumat mencerminkan penurunan kekhawatiran konsumen terhadap inflasi akibat tarif ke level terendah sejak Februari.
Survei Konsumen Universitas Michigan untuk Juli menunjukkan sentimen konsumen secara keseluruhan naik 1,8% dari Juni menjadi 61,8, sesuai dengan perkiraan dan berada pada level tertinggi sejak Februari.
Di sisi pendapatan, Netflix turun 5% setelah perusahaan mengatakan margin operasinya pada paruh kedua tahun ini akan lebih rendah daripada paruh pertama.
Saham 3Mturun lebih dari 3% setelah perusahaan merevisi proyeksi pertumbuhan penjualan organiknya untuk mencerminkan kenaikan sebesar 2%. Sebelumnya, perusahaan memberikan kisaran pertumbuhan "batas bawah 2% hingga 3%." Penurunan 2% pasca-pendapatan pada saham American Express menyeret Dow Jones lebih rendah.
Kinerja yang Kuat
Meskipun terdapat reaksi beragam terhadap laporan perusahaan terbaru, musim ini dimulai dengan kuat.
Dengan 12% perusahaan S&P 500 yang melaporkan hasil sejauh ini, 83% di antaranya telah melampaui estimasi. Pada Kamis, saham PepsiCo dan United Airlines melonjak setelah masing-masing perusahaan melampaui estimasi analis terkait pendapatan. Hal ini menyusul hasil yang solid dari bank-bank besar seperti JPMorgan dan Goldman Sachs pada awal pekan.
Baik S&P 500 maupun Nasdaq mencatat kenaikan mingguan, masing-masing naik 0,6% dan 1,5%. Dow Jones sedikit lebih rendah pada pekan ini.
"Ini adalah lingkungan yang risk-on, dan meskipun ada pembicaraan tentang pemangkasan suku bunga The Fed, kenyataannya lebih bernuansa,” kata CEO Mahoney Asset Management Ken Mahoney.
"Secara historis, siklus bullish cenderung berkinerja lebih baik tanpa pemangkasan suku bunga dan pemangkasan pertama seringkali merupakan sinyal bearish, meskipun ada argumen yang valid untuk kali ini, terutama dengan inflasi yang mereda dan proyeksi pertumbuhan PDB yang masih utuh setelah kita melewati ancaman tarif besar-besaran.”
Penutupan Bursa Saham Asia Pasifik
Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat, 18 Juli 2025.
Mengutip CNBC, indeks Kospi di Korea Selatan melemah 0,13% ke posisi 3.188,07. Indeks Kosdaq naik 0,29% menjadi 820,67. Indeks ASX 200 di Australia melonjak 1,37% dan ditutup ke posisi tertinggi di 8.757,2.
Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,21% menjadi 39.819,11. Indeks Topix susut 0,19% menjadi 2.834,48. Indeks CSI 300 menguat 0,6% ke posisi 4.058,55.