Yuk, Tengok Jalan Tol Atas Laut Pertama di Indonesia

Jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai dan Tanjung Benoa yang merupakan jalan tol pertama di Indonesia yang dibangun di atas laut, segera diresmikan.

oleh Nurseffi Dwi Wahyuni diperbarui 11 Jun 2013, 16:20 WIB
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tengah menyelesaikan pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai dan Tanjung Benoa sepanjang 12,7 kilometer (km). Proyek tersebut merupakan jalan tol pertama di Indonesia yang dibangun di atas laut.

Komisaris PT Jasa Marga Tbk Ibnu Purna Muchtar, menjelaskan dengan panjang sekitar 12,7 km, di mana sekitar 10 km berada di atas laut, panjang jembatan tol di Bali ini hampir sama dengan Penang Bridge di Malaysia yang panjangnya mencapai 13,5 km, atau Union Bridge sepanjang 12,9 km di Kanada.

"Desain dan konstruksinya sepenuhnya dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa, dan dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 14 bulan, lebih cepat dari rencana awal," tutur dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/6/2013).

Tidak hanya desain dan konstruksi, lanjut dia, biaya investasi jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sekitar Rp 2,4 triliun juga sepenuhnya menggunakan dana internal perusahaan dan sumber–sumber pembiayaan dalam negeri, dengan komposisi 30% dana perusahaan, dan 70% dari pinjaman sindikasi perbankan dalam negeri.

"Kondisi ini berbeda dengan Jembatan Suramadu yang dibiayai dengan pinjaman luar negeri dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),  Jalan Tol Nusa Dua Bali murni dibiayai dengan dana perusahaan dan pinjaman korporasi dalam negeri tanpa sedikitpun memberatkan APBN," ungkap Ibnu.

Menurut Ibnu, langkah itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pihak BUMN dan swasta untuk membangun proyek-proyek infrastruktur yang bersifat komersial, seperti jalan tol, mengingat anggaran infrastruktur APBN lebih diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.

"Kami, sebagai BUMN, turut menyukseskan kebijakan pemerintah di bidang infrastruktur tersebut dan siap berkontribusi untuk proyek-proyek infrastruktur jalan tol lainnya tanpa dukungan subsidi ataupun suntikan dana dari APBN guna menggerakkan perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Ibnu meyakini pembangunan jalan tol ini juga memberikan dampak yang nyata bagi perekonomian masyarakat Bali dan sekitarnya. Pada saat pembangunannya, sekitar 3.000 pekerja terlibat langsung, belum lagi para pekerja yang menyiapkan pasir dari mulai penambangan sampai pada saat menurunkan pasir, pekerja di pabrik besi dan semen yang produksinya juga semakin meningkat.

Dan ketika jembatan tol ini nantinya selesai, imbuh dia, dampak ekonominya juga akan semakin dirasakan oleh masyarakat, baik berupa pengurangan kemacetan maupun peningkatan aktifitas ekonomi.

"Pembangunan tol ini akan memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian masyarakat Bali dan sekitarnya," papar dia.

Selain dampak ekonomi, Jasa Marga juga memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar, khususnya hutan bakau. Upaya penanaman hutan bakau selama ini telah dilakukan dan akan tetap dilakukan untuk menjaga keseimbangan kepentingan ekonomi dan lingkungan.

Jalan tol Nusa Dua Bali ini juga merupakan bukti nyata sinergi BUMN dan Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten Badung dalam bentuk konsorsium yang tergabung dalam PT Jasamarga Bali Tol. Susunan kepemilikannya meliputi PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 60%, PT Pelindo III (Persero) sebesar 20%, PT Angkasa Pura I (Persero) sebesar 10%, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 5%, PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 2%, PT Hutama Karya (Persero) Tbk sebesar 2%, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) sebesar 1%.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Dia berharap skema sinergi BUMN dan pemerintah daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN sesuai dengan kebijakan pemerintah.

"Kami juga harap jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini nantinya dapat diresmikan oleh Presiden dalam waktu dekat sehingga dapat mendukung keberhasilan penyelenggaraan KTT APEC 2013 dan bermanfaat bagi pariwisata dan masyarakat Bali," papar dia. (Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya