Pengangkatan Rahim Tak Bikin Wanita Rentan Serangan Jantung

Studi baru menemukan tanda-tanda risiko munculnya penyakit jantung ternyata tidak terjadi pada wanita paruh baya setelah menjalani histerektomi.

oleh Liputan6 diperbarui 24 Mei 2013, 20:00 WIB
Meskipun bukti menunjukkan wanita yang rahimnya telah diangkat (histerektomi) berisiko mengalami masalah pada jantung, sebuah studi baru menemukan tanda-tanda risiko itu (penyakit jantung) ternyata tidak terjadi pada wanita paruh baya setelah menjalani histerektomi.

Dalam 11 tahun ini ilmuwan dari Universitas Pittsburgh meneliti lebih dari 3.000 wanita dan  menemukan bahwa kolesterollah yang menjadi faktor risiko jantung. Demikian juga peradangan dan tekanan psikologis yang buruk yang menjadi faktor penyebab jantung dibandingkan kondisi usai histerektomi.

"Saya pikir itu mendorong untuk perempuan dan dokter untuk memahami, ini bukan sesuatu yang mereka perlu khawatirkan jika mereka sedang mempertimbangkan histerektomi di usia setengah baya," kata Karen Matthews, salah satu ilmuwan yang juga penulis utama dari Universitas Pittsburgh, Jumat (24/5/2013).

Joann Elisabeth Manson, MD. DrPH DARI Michael and Lee Bell Professor of Women's Health, Harvard Medical School menyatakan setelah melakukan histerektomi wanita tidak memiliki risiko menderita jantung. Komponen kolesterol, tekanan darah, faktor pembekuan darah dan peradanganlah yang menjadi faktor-faktor risiko penyakit jantung dan kardiovaskular.

Menurut Manson, histerektomi bukanlah faktor pemicu penyakit jantung. Untuk mencegahnya mulailah dengan pola hidup sehat dari sekarang. Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi menghindari penyakit jantung, sayangilah jantung Anda mulai dari hari ini, kata Manson.

(Mia/Abd)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya