6 Makanan Khas Indonesia dari Serangga, Berani Santap?

Serangga tak selamanya merugikan, ternyata bisa juga dijadikan santapan sedap bernutrisi tinggi.

oleh Asnida Riani diperbarui 14 Apr 2019, 11:30 WIB
Hidangan kombinasi semut bersayap yang dapat dimakan saat disiapkan di dapur restoran Insects in the Backyard, Bangkok, 15 Agustus 2017. Restoran ini menjadi yang pertama membuka menu hidangan makanan dengan kombinasi serangga. (LILLIAN SUWANRUMPHA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Serangga ternyata menyimpan kekayaan nutrisi yang jarang diketahui banyak orang. Kendati bayangan memakan serangga bikin bergidik, nyatanya di berbagai belahan dunia, serangga diolah untuk dijadikan lauk.

Di Indonesia sendiri, terdapat banyak makanan yang terbuat dari serangga. Berikut sejumlah makanan berbahan dasar serangga yang dirangkum Liputan6.comApakah Anda berani mencobanya sendiri?

1. Satai Ulat Sagu

Putih, gempal, dan berkepala merah. Itulah ulat sagu. Sesuai namanya, serangga tersebut berada di dalam pohon sagu. Di samping pohon sagu yang telah tua diolah jadi papeda, masyarakat Papua juga memanfaatkan ulatnya. Setelah itu tinggal di tusuk dengan tusuk satai dan dibakar di atas arang. Bila berkunjung ke Papua, jangan lupa mencicipi satai ulat sagu. 

2. Belalang Goreng

Masyarakat di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta, dulunya banyak mengonsumsi belalang goreng. Belalang ditangkap dengan jaring-jaring di pohon atau semak-semak. Setelah ditangkap, belalang dibumbumi dengan bawang putih, garam, dan ketumbar. Setelah itu, tinggal goreng serangga ini dalam minyak panas. Tinggal konsumsi belalang goreng renyah nan gurih dengan nasi panas.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Sajian Khas Indonesia dari Serangga

Kumbang air yang dapat dimakan ketika disiapkan untuk hidangan di dapur restoran Insects in the Backyard, Bangkok, 15 Agustus 2017. Restoran ini menjadi yang pertama membuka menu hidangan makanan dengan kombinasi serangga. (LILLIAN SUWANRUMPHA/AFP)

3. Rempeyek Laron

Jika biasanya isian rempeyek berupa kacang tanah atau kacang kedelai, yang satu ini lain. Rempeyek ini berisi laron. Laron yang biasanya muncul saat awal musim hujan ini dimanfaatkan untuk jadi 'isian' rempeyek. Laron tinggal dicampur dengan adonan rempeyek dan digoreng tipis-tipis dalam minyak panas.

4. Botok Tawon

Membayangkan rasa botok berupa kelapa parut yang gurih dan pedas memberi efek perut lapar. Namun, botok yang satu ini isiannya ditambah dengan larva tawon atau lebah madu. Botok tawon banyak dijumpai di Banyuwangi, Kediri, dan Blitar, Jawa Timur.

5. Jangkrik Goreng

Suara jangkrik yang khas sering terdengar di sawah maupun kebun. Di balik suaranya yang nyaring, ternyata jangkrik bisa dijadikan makanan. Tak hanya di Indonesia, di Thailand jangkrik pun populer untuk disantap. Cara mengolahnya mirip seperti belalang goreng. Bila berkunjung di Ciamis, cobalah jangkrik goreng balado yang pedas dan gurih.

6. Sayok

Makanan ini terbuat dari larva capung yang ditemukan di danau-danau. Serangga ini biasanya memakan ikan kecil di sekitarnya. Sayok banyak dikonsumsi masyarakat Danau Linow, Tomohon, Sulawesi Utara. Berani coba? (Fairuz Fildzah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya