Soal Divestasi Freeport, Jonan Serahkan ke Kemenkeu dan BUMN

Tanggungjawab Kementerian ESDM adalah menyusun tiga kerangka besar posisi Indonesia terhadap Freeport.

oleh Septian Deny diperbarui 02 Okt 2017, 19:22 WIB
Suasana jumpa pers hasil perundingan pemerintah dengan PT Freeport Indonesia di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/8). Konferensi pers itu dihadiri Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, proses divestasi saham Freeport Indonesia saat ini berada di tangan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Jonan menjelaskan, terkait dengan Freeport, tanggungjawab Kementerian ESDM yaitu menyusun tiga kerangka besar posisi Indonesia terhadap Freeport.

"Gini, saya bertanggung jawab atas kerangka besar, satu bikin smelter. Kedua, penerimaan negara lebih besar. Ketiga, divestasi harus 51 persen. Itu kerangka besarnya," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Sementara soal penerimaan negara dan proses divestasi saham Freeport berada di tangan Kemenkeu dan Kementerian BUMN. Hal tersebut, lanjut Jonan, sudah bukan menjadi tanggungjawabnya lagi.

"Nah, tentang penerimaan negara PP-nya disusun Bu Sri Mulyani. Tentang divestasi, kapannya itu waktu, schedule, nah nilai itu ditangani oleh tim gabungan Kementerian Keuangan dan terutama Kementerian BUMN. Sudah bukan di saya," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan pemerintah tetap akan bertahan pada divestasi saham Freeport Indonesia sebesar 51 persen. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jelas dari Bapak Presiden divestasi itu tetap 51 persen," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Meski demikian, kata dia, saat ini proses negosiasi masih terus berlangsung. Sehingga dirinya belum memiliki jawaban terkait permasalahan ini.

"Saya tidak tahu. Begini, semua itu dalam proses negosiasi, tentunya kita masih akan bernegosiasi," lanjut dia.

Sementara soal pembahasan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait saham Freeport, Rini menyatakan hal tersebut terus dilakukan. Saat ini pihaknya juga masih terus berkoordinasi dengan Kemenkeu.

‎"‎Kita selalu koordinasi dengan Kemenkeu. Kita akan koordinasi setelah itu," ungkap dia.

Sementara ketika ditanya awak media terkait Freeport, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memilih bungkam. Mantan Direktur Pelaksanaan Bank Dunia tersebut menyatakan dirinya enggan berkomentar soal hal tersebut.

"Aku tidak ada komen soal itu ya," tandas Sri Mulyani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya