Sentuh Ratu Elizabeth II, Pejabat Ini Jadi Sorotan

Menyentuh Ratu Elizabeth II adalah perbuatan yang di luar kebiasaan. Karenanya siapa yang melakukannya akan mendapat sorotan.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 21 Jul 2017, 15:06 WIB
Ratu Elizabeth II dan sang suami Pangeran Philip (Neil Hall/Pool via AP)

Liputan6.com, London - Niat Gubernur Jenderal Kanada David Johnston (76) untuk membantu Ratu Elizabeth II (91) menuruni anak tangga memicu kehebohan. Pasalnya, Johnston menyentuh siku sang ratu yang mana tindakan tersebut bertentangan dengan protokol kerajaan.

Seperti dikutip dari CNN pada Jumat (21/7/2017) Johnston mengatakan, perbuatannya itu dipicu kekhawatiran ratu akan tersandung. Peristiwa tersebut terjadi saat ibu dari Pangeran Charles tersebut tengah berkunjung ke Canada House di London pada Rabu waktu setempat.

"Saya tentu sadar dengan protokol tersebut. Saya hanya memastikan tidak ada yang tersandung di anak tangga," demikian penjelasan Johnston kepada CBC News.

Kunjungan Ratu Elizabeth II ke Canada House dalam rangka untuk merayakan ulang ke-150 Konfederasi Kanada.

"Sedikit canggung, ada karpet yang sedikit licin di turunan tangga dari Canada House ke Trafalgar Square. Jadi saya pikir, layak untuk melanggar protokol demi memastikan tidak ada yang tersandung," terang Johnston.

"Insiden" ini menuai banyak komentar, baik dari warga Inggris maupun media. Salah satu media Inggris, Daily Express memuat berita ini dengan tajuk "Hands Off!".

Situs resmi Keluarga Kerajaan Inggris sendiri menyebutkan "tidak ada tata cara resmi" selama bertemu dengan ratu. Namun, menyentuh pemimpin monarki itu merupakan tindakan "di luar kebiasaan" dan dipastikan akan menjadi berita utama.

Ini bukan kali pertama Ratu Elizabeth II disentuh. Pada tahun 2009, Michelle Obama yang mendampingi sang suami, Barack Obama, saat menghadiri KTT G20 juga melakukan hal serupa ketika bertatap muka dengan nenek dari Pangeran William dan Pangeran Harry.

Michelle tertangkap kamera merangkul Ratu Elizabeth. Sontak, hal ini menjadi perbincangan. Tak lama, Istana Buckingham menjelaskan bahwa tidak ada pelanggaran protokol dalam peristiwa itu.

Pihak istana menggambarkan rangkulan tersebut "menunjukkan kasih sayang dan apresiasi yang saling menguntungkan".

 

Simak pula video berikut:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya