Pengusaha Puji Pemerintah soal Atur Harga Pangan Saat Lebaran

Harga pangan stabil tak lepas dari kebijakan pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET).

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 28 Jun 2017, 07:12 WIB
Aktivitas jual beli di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (3/1). BPS menyebut kelompok bahan makanan menjadi penyumbang inflasi terbesar sepanjang 2016 yakni mencapai 1,21 persen dari inflasi 2016 yang mencapai 3,02 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Langkah pemerintah untuk mengontrol harga pangan Lebaran tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Harga pangan pun terkendali saat Ramadan dan Lebaran.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang kepada Liputan6.com seperti ditulis di Jakarta, Rabu (28/6/2017).

Sarman menerangkan, stabilitas harga pangan tak lepas dari kebijakan pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET). Sebut saja, gula saat ini dijual maksimal Rp 12.500 per kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000 ribu per liter, dan daging beku Rp 80.000 ribu per kg.

"Kalau secara umum ya, kami lihat sangat kondusif. Artinya gejolak yang terjadi tidak seperti yang dulu. Stabil, apalagi pemerintah menetapkan beberapa komoditas yg ditetapkan HET-nya, gula, minyak goreng, daging. Kami melihat sangat stabil," jelas dia.

Sarman menuturkan, memang terdapat beberapa komoditas yang naik. Namun, itu tak berpengaruh besar pada stabilitas harga pangan.

"Adapun gejolak-gejolak kecil, bawang, tapi menurut kami stabil. Sampai H-1 Lebaran kita lihat stabil," ujar dia.

Sarman menilai, pemerintah sudah cukup baik dalam menekan harga pangan. Tidak hanya mengatur harga di pasaran, namun ini juga upaya baik dalam mengontrol pasokan.

"Pemerintah sudah pro aktif, kebijakan-kebijakan, koordinasi memastikan bahwa suplai kondisinya seperti ini," ujar dia.

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya