Ketum Muhammadiyah: Indonesia Bisa Mediasi Konflik Saudi - Qatar

Haedar menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah mengambil peran bagus saat menengahi konflik Arab Saudi dan Iran.

oleh Switzy Sabandar diperbarui 12 Jun 2017, 06:37 WIB
Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir. (Liputan6.com/Switzy Sabandar)

Liputan6.com, Yogyakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Indonesia berpotensi mengambil peran bagus dalam membantu menyelesaikan krisis antara Arab Saudi dengan Qatar.

Seperti diketahui, Qatar sedang diguncang krisis diplomatik terbesar sepanjang sejarah. Sebanyak sembilan negara memutus hubungan diplomatik dengan tuduhan terkait tudingan negara tersebut mendukung aksi terorisme.

Haedar menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah mengambil peran bagus saat menengahi konflik Arab Saudi dan Iran dengan menerapkan fungsi politik bebas aktif dan pro aktif, serta inisiatif.

"Saya yakin sekarang presiden dan Menlu bisa mengambil peran itu, karena perlu mediasi, perlu moderator, perlu kekuatan dari luar," ujar dia di Yogyakarta, Minggu 11 Juni 2017 malam.

Haedar meminta, jangan membiarkan Timur Tengah menjadi kancah baru untuk pertarungan geo politik yang akhirnya menimbulkan bencana kawasan dan merugikan. Keberadaan Indonesia sebagai anggota OKI bisa dimanfaatkan oleh Presiden Jokowi.

"Kekuatan Indonesia masih diperhitungkan di OKI," tegas dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya