Kolesterol Tinggi Bukan Berarti Tidak Sarapan Maupun Makan Malam

Pasti ada di antara Anda yang tidak sarapan dan makan malam supaya terhindar dari kolesterol tinggi, bukan? Ternyata, itu salah besar

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 20 Feb 2017, 17:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Masih terjadi kesalahan pada individu yang pengin menurunkan kadar kolesterol. Dua di antaranya adalah tidak sarapan atau makan malam, juga diet ketat.

Memang, salah satu penyebab kolesterol tinggi dikarenakan kegemukan. Namun, bukan berarti Anda melewatkan sarapan. Bagaimana juga sarapan dengan menu yang tepat dapat membantu membakar lemak, menurunkan berat badan, dan kadar kolesterol pun ikut turun.

Tindakan semacam ini biasa terjadi pada orang dengan kolesterol tinggi yang malas olahraga. Mereka pun menyiasatinya dengan tidak sarapan maupun makan malam.

"Sarapan yang cukup memberikan tenaga untuk aktivitas hingga tiba jam makan malam. Sedangkan makan malam, dapat berupa sayuran atau buah, membantu tubuh memulihkan tenaga untuk aktivitas esok hari," kata dr Vito A Damay SpJP M Kes FIHA FICA dikutip dari situs Klik Dokter pada Senin (20/2/2017)

Pun diet ketat. Menurut Vito, cukup banyak orang yang dengan sadar tidak makan nasi, tapi masih menyantap daging yang digoreng. Jelas, itu merupakan tindakan yang kurang tepat.

Begitu juga dengan diet tanpa diimbangi olahraga yang ketat,"Akibatnya, sirkulasi darah menjadi kurang baik dan tubuh kurang fit. Ingat, kurus bukan berarti terbebas dari kolesterol tinggi," kata Vito.

Jika memang menghindari makan nasi, Vito mengimbau agar tidak lupa untuk makan buah dan sayur. Keduanya memberi rasa kenyang lebih lama sehingga Anda tidak makan secara berlebihan.

Selain itu, jelas Vito, beragam jenis buah dan sayuran hijau mengandung plant stanol ester, yang dapat membantu menurunkan kolesterol di dalam tubuh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya