Kontroversi Hiburan Wanita Seksi di Pemakaman Taiwan

Keberadaan wanita dalam geliat bisnis pemakaman ini dikenal dengan "industri EFC".

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 05 Jan 2017, 12:20 WIB
Para penari pemakaman memiliki riwayat panjang dalam masa kontemporer China dan dimaksudkan untuk mencerahkan suasana muram. (Sumber Miaopai)

Liputan6.com, Chiayi - Orang tidak selalu bisa memilih waktu dan cara ketika meninggal dunia. Tapi bisa saja merencanakan bagaimana akan dikenang nanti.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di wilayah Chiayi,Taiwan. Duka karena meninggalnya Ketua Dewan Tung Hsiang pada usia 76 tahun diperingati dengan cara tak biasa dan terbilang unik.

Dikutip dari Shanghaiist.com pada Kamis (5/1/2017), upacara pelepasan jenazah pada Selasa 3 Januari lalu diramaikan oleh 50 penari wanita berpakaian seksi yang menari-nari di atas 50 kendaraan Jeep. Musik yang hingar bingar pun menggema di jalanan kota itu

Tentu saja keriuhan itu menyedot perhatian orang-orang di jalan. Kerumunan orang pun mendadak terbentuk, mereka berebut melihat beberapa orang penting yang hadir di jalan raya.

Menurut laporan Taiwan News, putra almarhum Tung mengatakan bahwa ayahnya selalu senang keramaian dan berharap kemeriahan itu bisa menjadi perpisahan yang menggembirakan bagi sang ayah.

Para penari pemakaman memiliki riwayat panjang dalam masa kontemporer China dan dimaksudkan untuk mencerahkan suasana muram. (Sumber Miaopai) Shanghaiist.com)

Geliat Wanita Seksi di Bisnis Pemakaman

Keberadaan wanita dalam geliat bisnis pemakaman ini dikenal dengan "industri EFC", yang kian berkembang di Taiwan. EFC adalah singkatan dari "Electric Flower Cars".

Para penari seksi di pemakaman itu memiliki riwayat panjang dalam masa kontemporer China. Kehadirannya dimaksudkan untuk mencerahkan suasana muram kedukaan, sekaligus memberikan atraksi kepada mereka yang sedang berbelasungkawa.

Meski menuai kontroversi terhadap sejumlah kalangan, yang menganggap hal itu merupakan aksi tak sopan.

Pada 2015 lalu, bahkan pemerintah China akhirnya memutuskan untuk melarang praktik itu. Setelah muncul laporan sejumlah kejadian kurang berkenan di pedesaan China.

Namun demikian, kebiasaan ini masih terus berjalan di Taiwan. Dua tahun lalu, seorang istri memenuhi permintaan suaminya untuk mengundang para penari seksi ke pemakaman.

Diduga, selama masih hidup sang suami dikenal begitu menggemari wanita-wanita cantik. Dalam pengabdian terakhir sang istri agar almarhum suaminya senang di alam baka, maka ditampilkanlah hiburan para penari seksi tersebut.

Saksikan iringan pelepasan jenasah di sini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya