BI: Ekonomi RI Lebih Bergantung ke China Dibanding AS

Ekonomi Indonesia tengah dalam kondisi yang kuat dalam menghadapi berbagai isu dari dunia internasional.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 11 Nov 2016, 18:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan beberapa isu yang berasal dari Amerika Serikat (AS) terkait terpilihnya Donald Trump menjadi presiden tidak berdampak langsung ke ekonomi Indonesia. Justru ada negara lain yang bisa memberikan dampak yang besar ke Indonesia.

‎Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menjelaskan, apa yang terjadi di AS yang paling berpengaruh adalah negara-negara yang memiliki ketergantungan kepada AS, seperti salah satunya Meksiko.

"Indonesia itu lebih terpengaruh apa yang terjadi di China daripada Amerika Serikat. Apa yang membuat ekonomi Indonesia melambat dari 2012 sampai 2016 kan itu apa yang terjadi di China," papar Mirza di kompleks Bank Indonesia, Jumat (11/11/2016).

Ketergantungan Indonesia terhadap China tersebut dikarenakan perdagangan Indonesia ke China sangatlah tinggi, terutama dari produk-produk komoditi seperti salah satunya batu bara.

Ditambahkan, memang perdagangan China dengan Amerika Serikat cukup besar, namun hal ini tidak akan berimplikasi banyak terhadap ekonomi China.

"Terlalu awal saya rasa kalau kita melihatnya seperti itu. Faktanya sih harga komoditi masih oke-oke saja," tegas Mirza.

Maka dari itu, meski beberapa mata uang negara berkembang mengalami pelemahan belakangan ini, Mirza mengaku tidak terlalu khawatir dampak Pilpres AS itu akan mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan.

Saat ini, dipaparkan Mirza, ekonomi Indonesia tengah dalam kondisi yang kuat dalam menghadapi berbagai isu dari dunia internasional. Hal itu terbukti dari pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5 persen dan angka inflasi yang relatif terjaga. (Yas/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya